Rasa Nusantara dan Harmoni Apik
Nusantara. Geografis menyatakan sampai busur lintang berapa letak batasmu.Nusantara. Satu kata. Yang bermakna luas. Semua pun mengakui kamu itu luas.
Aku tidak pernah menyelusuri kamu...
Mati Rasa
Kau benarSemuanya sudah berlebihanBahkan tubuhku semakin timbun~~~Di pagi hariKuberjalan bersama perut kosongDi setengah perjalananKutemukan ikan-ikan segarDan kau tahu kisah selanjutnyaDi ujung soreAku kekenyangan gara-gara makan...
Sepotong Rindu yang Tersimpan di Bawah Bangku Panjang
1.Kerlap-kerlip lampu kotaku. bukan di malam, melainkan pagiketika dia menjual setengah rindunya kepada seorang gadis,dan sekejap tubuh gadis itu terang-menderangkarena tlah membeli Rindu milik...
“Menanti Kemeriahan”
KubayangkanMelepas balon-balon berwarna- warni ke udaraSsst. Ada. Mimpi. Yang. Ketinggalan. Di sebuah. Pot. Bunga. Tumbuh. Mekar. Harum. Wanginya. Tercium. Sampai. Di kampungku.Ah. Aku. Terpesona....
“Perempuan Pembuat Kopi
Lemas tak ada kopi. Sudah kau periksa, adakah yang tertinggal di cangkirnya? " Kosong," jawabmu.Kau baru saja pulang bekerja. Mencariku ke mana-mana. “Ah, secangkir...
“Hujan Bulan Juni”
..Hujan bulan Juni..Bagaimana bila diganti “Hujan Bulan Juli”?Resahkah kau, Wahai Sapardi-ku..?tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan Junidirahasiakannya rintik rindunyakepada pohon berbunga ituKarena...
“Puisi yang Seharusnya Kau Baca Di Bulan November”
Sebelum November usai, kuingin meniduri puisi iniSeperti dalam reka ulang sastra jendra
Ketika aku datang sebagai udara dan melakoni Batara
Sementara kau adalah Sukesi yang terbujur...
“Pulang”
Aku meninggalkan kota itu dengan kenangan. Kini Aku kembali mengenangnya.
Jalan besar tempat dimana Aku melangkah. Suara anjing-anjing menyalak.Bus panjang yang selalu tepat waktu.Tombol lampu...
“Perempuan Berdebu Vulkanik”
Wajah penuh debu. Entah putih. Entah abu-abu. Bagai Topeng putih Hanoman. Dalam kesunyian, dia berdiri di lantai rumah. Cekam tak terkendali. Hanyut dalam gelap....
Mendekati Matahari
Tri Hita Karana pernah berucap," Tiga penyebab terjadinya kebahagiaan," satu kalimat yang memunculkan pertanyaan di kepalaku? Bukankah bahagia itu datang begitu saja tanpa perlu...



























