Wajah Cemerlang Tak Kenal Usia dan Mampu Menerbitkan Mimpi

Menjadi cantik cemerlang. Siapa wanita yang tidak menginginkannya? Menjadi cantik dengan wajah segar,  ayu, cerah, dan mulus. Lalu bagaimana wanita yang tidak terlahir dengan wajah cantik atau cakap? Cantik tidak bicara seputar itu saja, tapi berkembang pada bagaimana membuat diri menjadi cantik dengan pemahaman luas. Sebab, orang yang terlahir cantik pun bisa tak cantik bila dipandang. Cemerlangnya kosakata cantik itu!

Wanita-wanita cantik di dunia seperti Audrey Hepburn, Coco Channel, Brooke Shields, dan Marilyn Monroe menganggap cantik bukan saja dari segi fisik. Bagi mereka cantik itu berasal dari dalam diri, pikiran, hati, perilaku, pengalaman, dan paling penting menyayangi diri sendiri. Sayang pada diri sendiri membawa kesadaran untuk menjaga dan merawat kesehatan tubuh dan kecantikan. Termasuk kebersihan dan perawatan wajah.

Membersihkan wajah merupakan aktivitas rutin yang aneh rasanya bila masih ada wanita yang mengabaikan hal ini. Kewajiban membersihkan wajah memang perlu dilatih sejak gadis atau saat mendapatkan haids kali pertama. Biasanya di masa-masa itu jerawat bermunculan dan kulit wajah mulai sensitif terhadap partikel-partikel dari luar.

Wanita berusia lanjut pun tetap harus melakukannya. Bagi saya membersihkan dan menjaga kecantikan wajah tidak mengenal usia atau berlaku bagi “wanita tanpa usia.” Wanita yang tahu betul secara numerik berapa usianya namun melindungi kecantikan wajahnya dengan tidak mengenal usia.

Audrey Hupburn di film Breakfast at Tiffany's
Audrey Hepburn di film Breakfast at Tiffany’s

Yang dilakukan wanita zaman dulu dan sekarang untuk merawat wajahnya

Dari zaman dulu hingga zaman sekarang, berbagai cara dilakukan oleh wanita agar wajahnya tetap cantik, segar, dan bersih. Dari bahan alami atau herbal sampai facial bahkan ke dokter bedah. Mengitip zaman dulu, bahan alami atau herbal dan cara sederhana sering digunakan. Wanita di era itu, merebus air dengan memasukkan irisan ketimun atau lemon dan kemudian mereka mendekatkan wajah ke wadah. Hal ini dilakukan untuk membersihkan wajah dari kotoran dan debu serta memperkecil pori-pori wajah. Selain   itu mereka juga mengunakan masker alami  malah merendamkan seluruh tubuh termasuk wajah ke air yang ditaburi garam untuk menghilangkan stress dan menghilangkan jerawat di wajah.

Cara-cara yang mereka yang lakukan sebenarnya masih bisa dilakukan wanita di zaman modern ini. Masalahnya kaum wanita zaman sekarang lebih  menyukai cara instan. Mereka menggunakan produk-produk kosmetik maupun pembersih wajah yang dikemas dan berasal dari bahan-bahan kimia ahli yang telah teruji di lab.

Hal ini tidak salah, asal produk yang digunakannya cocok dan aman. Lagi pula banyak dari bahan-bahannya berasal dari tumbuh-tumbuhan/buah-buahan atau herbal. Dalam membeli pembersih wajah, menurut saya perlu membaca ingredients-nya sekaligus mengerti apa yang dikandung dan fungsinya.

Sering juga wanita yang di atas usia 30, 40, bahkan 50 masih bimbang dalam memilih produk pembersih maupun perawatan kecantikan. Pada  usia remaja pun di mana masa pertumbuhan sel-sel berkembang,  tidak boleh salah memilih cara dan produk pembersih wajah. Wajah yang masih kenyal perlu dijaga secara baik dengan menghindari bahan-bahan kimia yang merugikan.

Pengalaman saya sewaktu remaja, saya tidak suka mengganti produk, sedikit picky, dan memilih produk yang nama dan kualitasnya terjamin. Saya juga suka pakai minyak zaitun dan kunyit yang keduanya diminum dan dibalurkan ke kulit tubuh (seminggu 1 kali). Dan saya paling anti dengan facial karena malah justru membuat wajah bolong-bolong atau pori-pori semakin membesar. Saya lebih memilih merawat wajah sendiri dan hasilnya saya masih terlihat lebih muda, kan? Haha ke-pede-an. Dari dulu sampai sekarang ada cara-cara yang selalu saya lakukan saat membeli pembersih wajah.

Tips Memilih Pembersih Wajah:

  • Melihat ingredients/bahan-bahan yang terkandung. Sering saya menemukan bahan-bahan yang namanya sulit diucapkan alias unfamiliar words. Dulu, biasanya saya bertanya langsung kepada Mama atau SPG toko. Sekarang saya mencocokan jawaban SPG dengan hasil wara-wiri di internet. Hal ini penting bagi saya dan juga wanita-wanita tanpa usia lain karena wajah yang memancarkan cahaya plus sehat dapat meningkatkan kepercayaan diri.
  • Melirik kandungan bahan aktif yang tertera di kemasan, apakah berbahaya bagi kulit wajah? Apakah telah diuji dan berada dalam pengawasan Dermatologist dan lab? Selain telah diuji, perlu tahu apakah produk tersebut pernah menimbulkan masalah pada konsumennya. Biasanya suka ada, kan tuh beritanya.
  • Mencari rekomendasi dokter atau teman. Biasanya lebih mudah dan mempercayai ucapan dari orang-orang terdekat terkait relationship maupun kecantikan wajah. Meski jenis kulit berbeda, setidaknya pengalaman mereka bisa dijadikan rekomendasi, apalagi jika langsung bertanya kepada dokter.
  • Nama produk/perusahaan yang mengeluarkan. Lagi-lagi saya sarankan untuk tidak terbuai dengan nama terkenal. Tetap wanita perlu mericek kandungan dalam produk pembersih ataupun kosmetik. Wanita segala usia juga tidak perlu khawatir bahan yang mengandung kimia karena ada zat-zat yang aman digunakan bagi kesehatan kulit wajah. Merk produk yang telah lama berdiri juga bisa dijadikan rekomendasi, jika mereka masih beredar dan tidak pernah mengalami masalah.
  • Kalau saya jujur melihat juga dari sisi ukuran. Saya tidak suka bentuk atau ukuran pembersih yang besar dan berat. Ukuran yang pas atau kecil bisa menghemat tempat dan bisa dibawa ke mana-mana. Koper atau tas tidak jadi berat bila sedang bepergian.

Tips di atas masih berlanjut bila masih ada yang bertanya, “pembersih wajah seperti apa yang cocok untuk saya?” Terus terang saya tidak bisa memilih apalagi menentukan produk apa yang cocok dan aman untuk kalian. Tapi saya bisa merekomendasikan kepada seluruh wanita segala usia agar membuat wajahnya tanpa usia. Yaitu wanita dengan wajah yang sulit diterka berapa usianya yang memiliki kecantikan bagai wajah bulan purnama. Hohoho, puitis!

Sebelumnya, saya rajin membalurkan wajah dengan lidah buaya, madu, jeruk nipis, dan minyak zaitun. Dampaknya buat saya positif karena semuanya itu bisa melembutkan, mencerahkan, mengencangkan dan menyegarkan wajah. Dan saat masih bekerja di kantor, mau tak mau mengunakan make up dan bekerja sampai larut malam. Kedua kebiasaan itu perlu diantisipasi agar muka tidak cepat kusam dan tampak tua. Untuk mencuci muka  saya kerap melakukan sampai 2 kali: mencuci dengan membasuh pakai produk X dan setelah itu dibersihkan kembali dengan mengusap produk Y ke wajah.

Cetaphil, Gentle Skin Cleanse
Cetaphil, Gentle Skin Cleanse yang tidak pernah ke mana mana, tetap di meja tulis saya.

Rada ribet sebenanya. Apalagi jika dalam perjalanan ke luar kota, biasanya saya jarang membawa pembersih wajah lebih dari 1, pakaian saja malas bawa banyak. Dan kalau saat traveling plus bekerja, saya tidak begitu menghiraukan soal ini. Ditambah lapangan atau keadaan cuaca  daerah setempat yang sering membuat saya tanpa persiapan. Hasilnya, wajah kurang fresh, kering, dan berasa tebal karena kotoran/debu.

Tapi semenjak melihat kembali Cetaphil Gentle Skin Cleanser langsung teringat bahwa si ‘dia’ ini sudah hadir sejak lama. Dia sudah hidup sejak tahun 1980, sayangnya saya mengabaikannya. Ada naluri kuat yang membuat saya ‘mengejarnya’. Timbul rasa penasaran tinggi yang datang seketika. Kalimat “Softens as it cleanses” menggoda saya untuk mengulik isi-isi di dalamnya.

Cetaphil Gentle Skin Cleanser

Mempunyai manfaat

  • Untuk membersihkan wajah secara lembut, ringan, bebas pewangi yang bikin bebas iritasi kulit. Lembut dan ringan karena hidup harus dijalankan secara ringan. Efeknya jelas, wajah ringan, otomatis menjalankan kegiatan setumpuk apa pun, Insya Allah berjalan ringan. Dan bisa digunakan oleh wanita segala usia juga untuk bayi. Saya pun merasakan manfaatnya ini.
  • Dapat melembabkan kulit wajah. Ini penting untuk memberikan asupan agar kulit tidak menghalami hidrasi, kering maupun berminyak, dan menimbulkan gatal. Cocok buat segala tipe kulit, kering ataupun berminyak. Dan dapat juga meninggalkan residu yang dapat menyumbat pori-pori.
  • Bisa melindungi kulit. Disarankan juga mengunakan sunscreen agar kulit tidak rusak oleh sinar UV matahari. Dan otomatis bisa menenangkan.
  • Ada 2 cara penggunaan. Pertama membasuh dengan air dan kedua hanya gunakan kapas atau kain/spons lembab untuk wajah. Membersihkan wajah tanpa air : Hmm, this is good for me.

Jika sudah membaca benefitnya, selanjutnya mencari tahu bahan-bahan apa yang terkandung di dalamnya.

  • Purified Water: adalah sistem pengolahan air yang dilakukan oleh Galderma dalam memproduksi Cetaphil. Sistem pengolahan yang terhindar dari cemaran ion-ion, bahan organik, partikel, mikroba, dan gas.
  • Cetyl Alcohol: alkohol yang berbentuk padat, tidak dapat diminum, dan tidak dapat diserap oleh, juga tidak beracun. Jadi aman untuk kulit wajah.
  • Propylene Glycol: tidak berwarna, berbau, dan diakui aman oleh FDA (Food and Drug Administration).
  • Sodium Lauryl Sulfate: merupakan jenis surfaktan dan berfungsi membersihkan noda minyak dan kotoran. Tapi tidak membuat busa seperti produk lainnya.
  • Stearyl Alcohol: Sebenarnya ini bukan alkohol tapi seperti lilin yang berasal dari tumbuhan. Di wajah akan terasa licin meski tanpa dibasuh dengan air.
  • Methyl Hydroxybenzoate: zat pencegah jamur.
  • Propyl Hydroxybenzoate: juga disebut propil paraben yang diolah secara alami (serangga dan tanaman).
  • Butyl Hydroxybenzoate: paraben yang juga berguna mencegah jamur dan bakteri tapi aman untuk kesehatan kulit dan organ lain.
#Cetaphil Cover 2 by Sari Novita
Cetaphil dan note istimewa ketika malam

Cetaphil Experince

Setelah menyelusuri ingredients-nya , saya dengan impulsif, 1 tetesan Cetaphil sudah ada di tangan dan langsung dibaurkan di wajah. Kali pertama mencobanya, saya nggak membilas dengan air (cukup pakai kapas) dan sedang duduk di depan meja ‘bermain’ saya. Bukan malas tapi membuktikan apa yang tertera pada kemasan Cetaphil Gentle Skin Cleanser sekaligus hemat air. Ini, kan sama halnya dengan menjaga kelestarian lingkungan dan bumi yang juga diusung oleh Galderma. Menurut saya, Cetaphil pas bagi saya dan orang-orang yang bekerja berjam-jam di depan komputer/laptop. Kami bisa membersihkan wajah seraya bekerja.

Paginya saya coba menggunakannya bersama air. Hasilnya sama saja. Tidak kasat, tidak lengket, ringan, segar, dan  lembut. Bila dites membersihkan lagi pakai produk pembersih lain, wajah tidak meninggalkan jejak kotoran/debu. Ok, kan, tuh?  Paling penting bagi saya bersih, ringan, dan fresh karena hampir setiap hari berada di depan laptop dari pagi hingga pagi bahkan sampai siang. Meski di dalam rumah, bukan berarti wajah kita anti kotor, loh. Udara di Jakarta dipenuhi polusi yang tidak baik bagi kesehatan tubuh dan wajah. Dulu, ketika saya masih kecil,  menyapu rumah paling 2 kali sehari, tapi sudah bertahun-tahun rumah harus dibersihkan tiap hari. Begitu juga dengan meja, kalau sudah 2 hari tidak dibersihkan, kotorannya menebal. Belum lagi kotoran dari luar rumah yang masuk dari jendela dan pintu rumah.  Kotoran-kotoran dan debu-debu itu bisa menempel dan lengket di wajah.

Cetaphil Experience
Atas (1): Difoto di atas tangan dan tanpa cahaya. harap maklum gagal fotonya. Foto 2,3, 4 not bad lah, ya untuk ukuran selfie. Lagi pula siapa malam-malam yang bisa motoin saya?

Beralih ke soal di atas, setelah mencobanya, saya jadi  mengunakan Cetaphil Gentle Skin Cleanser setiap hari; sebelum mandi, setelah pulang, dan ketika mau tidur. Juga saat berada di rumah seharian atau berhari-hari, saya bisa menggunakannnya tanpa perlu membilas dengan air, di meja ‘bermain’. Praktis, kan?

Cetaphil Gentle Skin Cleanser, enak banget rasanya. Ditambah musik playlist yang nggak boleh lepas saat menulis. Kombinasi itu memunculkan atmosfir dan energi yang masuk ke dalam tubuh juga pikiran melalui kulit wajah dan otak. Atmosfir dan energi yang mengalirkan elektromagnetik positif dan kegairahan – yang  dibutuhkan oleh tubuh, kepala dan perasaan saya. Sebab sudah 2 bulan ini saya harus menulis fiksi dan non-fiksi. Tidak mudah menulis keduanya dalam 1 hari apabila mood, kepala (pikiran) dan rasa tidak terjaga dengan baik. Apalagi fiksi yang ditulis berupa tulisan lama yang harus diselesaikan. Dan ini membutuhkan tidak sekadar riset, melainkan pemikiran, pengalaman, dan logika yang dibaurkan bersama imajinasi yang nakal.

Wajah yang bersih juga membuat saya tidak khawatir  bila nanti harus bolak-balik ke Bali maupun bepergian di kota Jakarta. Jakarta, rasanya tidak perlu saya ceritakan panjang lebar. Sudah tahu, kan, Jakarta itu bikin stress dan isi-isinya bisa bikin wajah makin berkerut dan tidak cerah.

#Cetaphil backside by Sari Novita

Pembersih Cetaphil  bisa menjadi antisipasi buat saya saat berada Bali.  Saya jarang memakai masker padahal jalanan di sana mulai banyak debu. Bali adalah salah satu tempat mengenali karakter-karakter manusia, seni, budaya, survive dan hubungan manusia antar manusia dan manusia dengan alamnya – ke semuanya untuk dimasukan ke dalam tulisan fiksi. Tulisan fiksi yang terkadang lebih nyata daripada kehidupan yang nyata sebenarnya.

Lanjut  soal wajah bersih dan sehat cemerlang yang sudah jelas dapat membuat diri sendiri bahkan orang lain, senang melihatnya. Orang lain bisa melihat pancaran cahaya dari dalam kita. Pancaran yang terbentuk dari kulit wajah, organ tubuh lain, mata, kepercayaan diri, pemikiran, buku-buku yang dibacanya, kalimat-kalimat yang keluar dari bibir, sikap dan perilaku, perjalanan-perjalanan yang ditemukannya dan menemukannya, passion, gairah, dan tubuh tegap yang melangkah penuh keyakinan.

Membersihkan wajah adalah salah satu cara menyayangi diri dalam menjaga kecantikan. Orang pun perlu spiritual, makan makanan secara berimbang, cukup, dan beragam serta melakukan olahraga. Kecantikan (yang tak kenal usia) butuh 2 arah untuk menghidupkannya secara terus menerus ; dari dalam dan dari luar.

Pengalaman bersama Cetaphil Gentle Skin Cleanser bagai teman yang duduk bersama. Yang  lepas memberikan ‘kegilaan-kegilaan’ berkelanjutan. Yang memantik dari dalam dan dari luar. Yang memompa energi dan gelora untuk terus menulis dan diterbitkan. Pengalaman yang membawa dunia nyata “untuk dapat menerima apa yang tidak dapat diubah, keberanian untuk mengubah apa yang dapat diubah, dan kebijaksanaan untuk mengetahui perbedaannya “. Suatu kalimat dari “Doa Kedamaian” yang selalu saya usahakan terucap setiap pagi

Dan pengalaman apa pun adalah hadiah cemerlang. Yang dimenangkan seorang wanita dalam memperkaya hidupnya termasuk menerbitkan mimpi dan  menjaga kecantikannya.

Bila ingin mulai menggunakan Cetaphil Gentle Skin Cleanser, silahkan mencari tahu  di –> Cetaphil Indonesia

#Cetaphil Think Possitive by Sari Novita

 

Sumber gambar: Cover (paling atas) 123 IRF yang telah diedit

20 Replies to “Wajah Cemerlang Tak Kenal Usia dan Mampu Menerbitkan Mimpi”

  1. Mbak e, beneran deh tulisannya njenengan ini keren abis. Setelah baca berpuluh-puluh artikel lainnya jadi kesengsem pas baca ini. Dan dirimu beneran bikin orang ngira jauh banget dari umur yang sebenarnya!

  2. Bener banget, Sari. Aku sekarang udah gak mau facial yang pake jarum itu. Udahlah sakit, sepertinya bikin pori-pori tambah besar juga. Btw, sekarang ada hydrafacial. Nah itu facial yang kece ndak pake jarum malah keenakan komedo kita disedot pake alatnya. Aku mupeng Cetaphil ini, Saaar. Pengin coba insya Allah.

Leave a Reply