Cerita Secangkir Kopi

Cerita Secangkir Kopi

Kamu selalu harum, menggoda, dan menganggu adrenalin. Hadir di setiap pagi yang ramai. Di setiap malam yang katanya hening. Atau di sore yang menanti pulang. Kamu bilang semua yang terlihat di depan mata¬†akan punah secara lambat atau kilat, kecuali riwayatnya. Untuk membaca riwayat, kamu menganjurkanku tuk menyerapmu perlahan-lahan. Agar bisa terus membaca riwayat, kamu berbisik …