Rasa Nusantara dan Harmoni Apik

Rasa Nusantara dan Harmoni Apik

Nusantara. Geografis menyatakan sampai busur lintang  berapa letak batasmu. Nusantara. Satu kata. Yang bermakna luas. Semua pun mengakui kamu itu luas. Aku tidak pernah menyelusuri kamu seluruhnya. Lebih tepatnya, belum. Kesanggupan manusia itu terbatas. Itu alasannya. Menjelajahi kamu satu per satu pun, belum tentu Pencipta mengijinkan. Karena aku butuh restu dari-Nya. Meski begitu, setiap aku …

Potret

Potret

Mini Pertama: Dia menarik nafas memandangi itu semua. Kemudian dibakar semua masa-masa itu.Tapi, dia masih menangis dan tak lepas. Sampai suatu hari, dia melihat “keindahan” yang membuat dirinya ingin kembali menari. Dalam satu hari, masa-masa yang telah terbakar itu terhapus bersih tanpa abu, apalagi jejak. 

Panorama yang Salah Dilukis

Panorama yang Salah Dilukis

Salvador Dali berbisik di telingaku,”Take me, I am the drug; take me, I am hallucinogenic.” Bulu-bulu di leherku berdiri mendengar nafas suaranya. Dia tahu itu dan malah sengaja mengecup leherku. Selanjutnya, tidak perlu diceritakan lagi apa yang aku dan Dali lakukan. Ketika bangun esok pagi, kulihat sebuah lukisan perempuan sedang bercinta. Si Dali tukang bohong, katanya …

“Jarak”

“Jarak”

Puisi “Jarak” Aku tidak pernah tahu, apakah itu jarak dan bagaimana rupanya, Ia berkontur tak terurai atau seperti jam tangan milikmu? Yang selamu kamu lirik sedemikian sering, Yang jarumnya terus bergerak Dan berdetak mengikuti pikiran kamu, Itu yang kental dari ingatanku Saat ini – di sana, kamu tak lagi perlu jam tangan, Hanya ingatan, sedikit …

Masih Ada yang Tersimpan Jauh (Mini Fiksi Sepanjang Tahun)

Masih Ada yang Tersimpan Jauh (Mini Fiksi Sepanjang Tahun)

“Seperti melipat kain  hampir sekujur tubuh, rapi dan penuh hati-hati. Inilah panggung  sepanjang tahun ini. “ Tentang Kaki Dia bernama kaki. Namaku juga kaki. Apakah kami bisa disebut kembar? Sama sekali tidak. Meski bentuk kami nyaris sama. Bukan itu saja, suara tangisan, rute yang dilewati, buku dongeng, balon-balon di sore hari, cara tertawa, gaya ambek, berlari, spontan, …

“Puisi yang Seharusnya Kau Baca Di Bulan November”

“Puisi yang Seharusnya Kau Baca Di Bulan November”

Sebelum November usai, kuingin meniduri puisi ini Seperti dalam reka ulang sastra jendra Ketika aku datang sebagai udara dan melakoni Batara Sementara kau adalah Sukesi yang terbujur di belantara Lalu kusentuh keningmu dengan getar Bibirku karena sepanjang garis langit Aku teteskan igauan giris Seorang pengemis mengiba kasihmu