5 Tempat Nasi Goreng di Jakarta [Food Story]

Food Story. Copyright: www.sarinovita.com

Okezone punya program baru yang dinamakan “Food Story”. Untuk content program pertama kalinya, Okezone mengajak 5 komunitas di Jakarta, di antaranya: Backpacker Jakarta, KRL Maniak, Sobat Budaya, Warung Blogger, dan Indonesia Food Blogger. Tujuan program terbaru ini untuk mendekatkan Okezone dengan komunitas. Seperti kita tahu, dari zaman dulu sampai sekarang, makan  bersama di satu meja bisa mendekatkan dan mempererat hubungan, termasuk berkenalan dengan orang/kelompok baru.

Nantinya, setiap episode akan mengangkat tema kuliner yang berbeda. Episode pertama, pada tanggal 11 Mei 2017, Okezone mengajak kami ke 5 tempat nasi goreng yang lagi heits dan melegenda di Jakarta. Kuliner yang dibawa dari masyarakat Tionghoa ini pada tahun 4000 sebelum masehi, merupakan kuliner yang hampir ada di setiap Negara, jenis dan bumbu-bumbu yang digunakannya pun banyak variasinya. Di Indonesia sendiri, nasi goreng banyak dijajahkan di tepi jalan atau dikenal dengan sebutan “street food”. Meski nasi goreng bisa dinikmati di mana saja bahkan di café atau restoran mewah.

Nasi Goreng Mafia. Copyright: www.sarinovita.com
Nasi Goreng Mafia

Destinasi pertama Food Story, Nasi Goreng Mafia, yang terletak di sebuah ruko di kawasan Tebet, dipilih Okezone sebagai tempat “kekinian” yang mewakili anak muda. Ada hal menarik di tempat ini, pertama dari sisi nama, dinding gambar, penyebutan nama menu, dan ragam rasa yang bisa melekat di ingatan. Sebutan berbagai ‘ras’ mafia bisa ditemukan di sini, dari Yakuza, Gangster, Brandal, TRIAD, Preman, Bandit, God Father sampai Bad Boyz. Nama-nama ini adalah aneka nama menu dari Nasi Goreng Mafia, sebenarnya arti dari Mafia itu, “Makanan Favorite Indonesia”. Di dinding-dindingnya pun terdapat tokoh-tokoh mafia kartun ala Nasi Goreng Mafia. Uniknya, seluruh menu yang disajikan mempunyai sebutan tingkat level yang bikin kita ketawa, level pertama “Menenangkan”, dilanjutkan level “Menggoda”, “Menyesakkan”, “Merisaukan”, “Menyesal”, terakhir ialah level yang paling ganas, yaitu level “Mematikan”.

Nasi Goreng Mafia. Copyright: www.sarinovita.com
Nasi Goreng Mafia – Gangster, Jangan percaya tampak wajahnya…

Ganas, karena pada level “Menenangkan” saja, rasanya sudah pedas, apalagi level “Mematikan”, lidah pasti ganas kepedasan. 5 menu nasi goreng yang dihidangkan di meja kami, nasi goreng Gangster dan Brandal yang paling direkomendasi oleh kami. Ternyata Gangster sendiri terdiri dari kombinasi 18 rempah Nusantara, pantas saja bikin lidah jatuh cinta. Sedangkan Brandal berbaur  dedaunan kemangi dan tauco Medan yang dikenal kental cita rasanya.

Nasi Goreng Apjay. Copyright: www.sarinovita.com
Nasi Goreng Apjay

Seusai mencicipi kuliner dan tempat yang kekinian, kami dan  Okezone menjadi tamu pertama di Nasi Goreng Apjay, Panglima Polim. Maklum, kami datang saat koki-koki Nasi Goreng Apjay sedang mempersiapkan bahan-bahan masakan. Dulu Nasi Goreng Apjay memang berjualan tepat di depan Apotik Jaya, makanya disebut Nasi Goreng Apjay, sekarang tempatnya sedikit bergeser ke sebelah kiri. Sejak dibuka pada tahun 1991, sampai sekarang, nasi goreng Apjay tidak pernah sepi. Unggulan di sini adalah Nasi Goreng Rasa Kebuli, pecinta kuliner bisa memilih mau kambing atau ayam. Pada babak kedua inilah, perut kami sudah mulai penuh, tapi masih ada 3 tempat nasi goreng lagi yang menanti untuk disantap kami.

Nasi Goreng Bhakti. Copyright: www.sarinovita.com
Nasi Goreng Bhakti – Nasi Goreng Pete

Tidak butuh waktu lama menuju Nasi Goreng Bhakti, Blok S di kawasan Senopati tapi perut kami sudah kekenyangan dan belum diketahui apakah masih bisa menampung makanan lain atau tidak. Tapi kami punya akal untuk mengatasinya: pesan semua menu rekomendasi dan satu piring kami bagi dua. Menu-menu unggulan yang dikeluarkan: Nasi Goreng Pete, Nasi Goreng Ikan Asin, dan Nasi Goreng Campur. Ciri khas Nasi Goreng Warung Bhakti [nama berasal kaena berada di jalan Bhakti] pada setiap menu nasi gorengnya selalu ada telur ceplok, daun kol, acar, dan kerupuk emping. Keramaian yang ada pada masa silam, tidak terlihat saat kami kunjungi. Dulu pembeli bisa ngantri dan tidak mendapatkan tempat duduk, situasi sekarang berbeda dari sebelumnya. Namun, cita rasa yang dihidangkan warung Bhakti tidak pernah berubah, tetap memberikan sensansi. Menikmati nasi goreng Bhakti bagaikan dilempar ke masa lalu, masa-masa kecil dan remaja kami.

 

Nasi Goreng Gila Sabang. Copyright: www.sarinovita.com
Nasi Goreng Gila Sabang

Destinasi keempat ialah Nasi Goreng Gila  Sabang. Konon, ada seseorang yang sedang mabuk yang kelaparan pada malam hari. Dia bingung mencari makanan, ketika menemukan tempat nasi goreng, dia memesan nasi goreng yang dicampur seluruh toping, yaitu sosis, baso, ayam, bawang goreng, daun sawi, emping, dan bumbu-bumbu. Karena banyak kombinasinya, si penjual berujar, “gilaaa.” Warung tenda di pinggir jalan tidak hanya satu di kawasan Sabang ini, begitu pula yang berjualan nasi goreng. Tapi popularitas Nasi Goreng Gila bisa dibilang paling menonjol di kawasan kuliner itu. Bagi penyuka fotografi banyak objek yang bisa dipotret, selain itu tentu hidangan nasi goreng Gila yang semakin larut malam kian ramai.

Nasi Goreng Gila Sabang. Copyright: www.sarinovita.com
Nasi Goreng Gila Sabang

Terakhir, dari keempat tempat nasi goreng yang dituju, tempat inilah yang paling melegenda. Siapa yang tidak kenal Nasi Goreng Kebuli Kebon Sirih yang telah berdiri selama 50-an tahun. Cita rasa rempah dan lembutnya daging kambing mampu membuat orang-orang kembali dan kembali untuk menikmatinya. Yang menarik di sini, kokinya tidak memasak satu per satu pesanan nasi goreng tapi langsung dalam kuantitas yang besar.

Nasi Goreng Kebon Sirih. Copyright: www.sarinovita.com
Nasi Goreng Kebon Sirih
Nasi Goreng Kebon Sirih. Copyright: www.sarinovita.com
Nasi Goreng Kebon Sirih.
Nasi Goreng Kebon Sirih. Copyright: www.sarinovita.com
Nasi Goreng Kebon Sirih.

Nasi Goreng Kebon Sirih. Copyright: www.sarinovita.com

Perjalanan dari satu tempat ke tempat nasi goreng lain banyak kisah yang tidak bisa diceritakan secara panjang di sini. Intinya, kebersamaan ketika mencicipi kuliner inovasi maupun legenda, tidak bisa ditukar dengan barang semahal apa pun. Setiap kuliner punya ceritanya sendiri, begitu pula perjalanan. Terima Kasih Okezone.

Nasi Goreng Kebon Sirih. Copyright: www.sarinovita.com
Nasi Goreng Kebon Sirih.
Tim Food Story Okezone
Food Story Okezone. Copyright: www.sarinovita.com
Erry, Backpacker Jakarta

Food Story Okezone. Copyright: www.sarinovita.com

 

3 Replies to “5 Tempat Nasi Goreng di Jakarta [Food Story]”

Leave a Reply