Sekilas Tentang Windy Ghemary dan Single Kedua

Windy Ghemary by www.sarinovita.com

Kali ini saya ingin bercerita tentang seorang penyanyi bernama Windy Ghemary yang mengeluarkan single keduanya “Gelisah Hati” di bulan February 2017. Judul lagunya terdeteksi mengandung galau, tidak berbeda dengan single pertama “Masih Mencintaimu.” Jatuh cinta, kerinduan, dan hati yang patah banyak diciptakan menjadi lagu oleh pemusik/pecipta lagu. Para penyair dan penulis juga banyak menuliskan tema hal tersebut. Apalagi pengguna social media yang setiap harinya menciptakan update status mengabarkan berita personalnya, yang bahagia dan baper, tak jauh dari urusan cinta.

Cinta,  sangat dekat dengan kehidupan manusia dan suatu pembahasan yang mudah diterima oleh seluruh lapisan masyarakat. Malah, bagi saya seberat apa pun topik misalnya infrastruktur, pendidikan, budaya, dan sebagainya, ujung-ujungnya bermuatan cinta. Jadi wajar bagi saya, bila Windy mengambil tema CINTA yang terinspirasi dari curahan hati teman-temannya. Single keduanya, “Gelisah Hati”, berlirik kerinduan pada seorang kekasih yang entah di mana, namun saya suka dengan melodinya yang tidak cengeng.

Sebuah lagu dikatakan enak didengar berasal dari Irama yang memikat dan lirik yang bikin konsentrasi jadi tak fokus. Nada-nada “Gelisah Hati” cukup riang, bergenre yang kata Windy,”genre yang lagi happening.”  Terus terang saya tidak tahu genre lagu yang happening macam bagaimana sekarang ini. Yang saya tahu saya suka lagu dangdut berirama pedih tapi bernada dengan detak gembira, membuat kepala dan badan bergoyang. Bagi saya single kedua Windy tersebut mirip-mirip konsep dangdut: patah hati tapi bermelodi riang, dan suka menghentak tubuh. Saya jadi teringat lagu Cita Citata “Sakitnya Tuh Di sini.” Haha.

Sakitnya tuh di sini, melihat kau selingkuh

Sakitnya tuh di sini, pas kena katiku

Pedih, kan, lirik lagunya Cita Citata ini, namun saya enjoy mendengarkannnya, malah saya memasukan judul lagunya menjadi judul bab tulisan saya. Haha. Walaupun isi babnya sama sekali tidak ada hubungannya dengan perselingkuhan, melainkan kisah seorang pria yang jadi sakit hati karena keadaan sekarang berbeda dengan yang dulu. Suatu kondisi yang masih belum menerima kenyataan bahwa “tidak ada yang pernah sama dalam hidup ini”. Sedangkan lirik lagu “Gelisah Hati”:

Gelisah hati menanti  kau tuk kembali

Lama kau pergi sewindu lelah menanti

Kuberharap dirimu rindu diriku selalu

Di manakah dirimu, kekasihku

 

Bagi saya lirik yang ditulis oleh Doddy Sukaman (yang juga pencipta lagu Gelisah Hati) begitu mendalam. Kerisauan hati yang keluar dari bibir-bibir teman Windy, saya seperti merasakannya, meski mereka tak bercerita secara langsung. Seolah-olah saya mengalami hal sama ketika memandang garis-garis di wajah yang menahan rindu tak karuan. Degup “Di manakah dirimu, kekasihku” persis menguji ketahanan diri pada kehilangan kekasih yang entah ke mana, akankah dia kembali, atau pergi selamanya…

Lagu sedih maupun kerinduan memang tak perlu menyesuaikan iramanya mengikuti  lirik lagu. Secara personal itu mengubah pikiran dan hati agar tak larut pada apa yang telah hilang atau kerinduan yang tak jelas ‘kedatangannya’.

Melihat Windy Ghemary saat menyanyikan “Gelisah Hati” pada tanggal 27 Februari 2017, Coffee Bean & Tea Leaf, Radio Dalam, membuktikan lagu ini bisa bikin pendengarnya ceria dan turut bergoyang. Ya, berdansa saja meski rindu bertingkat-tingkat, menebal di pikiran dan hati.

Secuil Tentang Windy Ghemary

Tidak sekali saya bertemu Windy, dari awal sampai kemarin, saya melihatnya sebagai anak muda yang ceria,  potensial dan mampu  lebih berkembang daripada sebelumnya. Windy Lahir di Jakarta, tahun 1993, karirnya di pentas musik Nusantara dimulai dari lolosnya menjadi kontestan Indonesia Idol 2014 ke babak spektakuler.  Sejak berusia 5 tahun, Windy sudah menyanyi, wajar karena dia dikelilingi keluarga yang menyukai musik dan mendukung bakatnya.

Saat itu, Windy suka berpura-pura menjadi MC dan menjadi penyanyi yang centil di depan cermin. Perilakunya ini dibawa ke hadapan keluarganya sehingga mereka berupaya mengembangkan hobi dan bakat Windu. Pada usia 11 tahun, Windy mengikuti Festival Jabotabek, hampir setiap minggunya dia berkompetisi bersama kontestan penyanyi cilik. Kemudian, dia mulai menerima Job nyanyi di  wedding. Suatu hari, Mamanya yang ambisius merasa perkembangan karir Windy di dunia musik tidak berubah, begitu-begitu saja. Saat itulah, kompetisi Indonesia Idol menjadi perjalanan Windy ke panggung yang lebih luas. Mengenai perihal ini, saya hanya punya cerita sekilas. Entah mengapa, perhatian saya lebih ke matanya.

Windy Ghemary by www.sarinovita.com

Sosok Windy ialah pribadi yang suka tersenyum, ramah, dan lincah. Itu yang saya tangkap. Dari matanya, terlihat kesungguhan pada apa yang disukai dan menjadi perhatiannya. Tidak banyak basa-basi, hal yang tidak disukainya disimpan, lalu dijadikan “cermin”. Satu hal yang saya senang saat Windy mengatakan,

Saya mencintai proses. Sebab proses ialah bagian yang melekat dalam kehidupan saya.”

Dari tubuhnya tidak terlihat, Windy punya paham seperti itu, nyatanya anak muda satu ini memiliki pemikiran yang mendalam tentang proses. Barangkali buat orang lain kosakata “proses” adalah biasa, tapi tidak bagi saya. Proses adalah segalanya, perjalanan yang menatap terbitnya cinta di pagi hari sampai pada hal teror kehidupan yang gemar memaksa, walau akhirnya diri memilih jalannya sendiri.

Pun, Windy membawakan lagunya sesuai apa yang disukainya, bukan yang disukai penyanyi lain atau paksaan dari orang-orang.

Proses pembuatan lagu Gelisah Hati pula membuat dia senang karena banyak diskusi yang terjadi. Banyak ide dan pemikiran yang ‘banjir’ dan meluap dari sebuah meja hingga ke satu ruang kedap suara, yaitu Studio Rekaman, ISound Records.

Soal fans dan manggung ke kota-kota pula termasuk proses dari perjalanan yang dia sukai. Dia senang atmosfir ketika masyarakat di kota-kota Indonesia yang menyambutnya histeris. Windy menikmati hal itu, bukan karena puja puji atau elukan melainkan live in the moment.

 

  • Single kedua “Gelisah Hati” telah hadir di Itunes, Spotify, RBT, dan platform digital music lainnya pada minggu pertama bulan Maret 2017.
  • Terima kasih Matahari Timoer untuk ‘sederhananya’ dan Ani Berta untuk segalanya yang berbagi. Yang mempertemukan saya dengan Windy Ghemary.
  • Semoga sukses single keduanya, Dear Windy. Semoga albumnya cepat jadi.

Windy Ghemary by www.sarinovita.com

6 Replies to “Sekilas Tentang Windy Ghemary dan Single Kedua”

  1. Aku yakin Windy akan sukses dengan jalan yang dipilihnya sebagai penyanyi. Modalnya sudah sangat cukup banget; cantik dengan suaranya juga bagus.

    Cuman, ini hanya masukan dari aku, next time coba label yang lebih besar lagi sekelas Ahmad Dhani. Sukses terus buat Windy. ☺️

Leave a Reply