Seduhan Cerita Kopi Dan Fashion

 

Apa  yang ada di kepalamu bila bicara   tentang kopi? Apakah ia selalu Pahit? Hitam? Kental? Asam? Kalau saya cukup  mengaitkan dengan semesta. “Cup of my universe” –  jawaban dari sebuah kalimat yang menempel pada rajutan  katun yang saya tatap cukup lama. Dari suatu dada bernama Giordano. Dari suatu simbol karakteristik kopi. Dari rasa dan rasa yang beraroma. Yang menyatu ke dalam cerita. Yang berikutnya, saya pilih dengan alasan paling mewakilkan definisi kopi di pikiran ini. Dan, saya bertanya lagi kepada kamu, kopi pahit atau manis yang kamu minum, apakah ia mempresentasikan kamu yang sebenarnya?

Kopi bisa menampilkan apa saja. Tentang selera, proses perjalanan, pandangan, atau memang kamu tidak bisa mengonsumsi gula hingga menyeruput kopi pahit. Tidak sedikit bersugesti kopi adalah mood booster. Mungkin juga kopi hanyalah kopi, hanya minuman, itu saja.  Apa pun tafsiran kamu mengenai kopi, ia telah menjadi gaya hidup. Dan kamu pun  tahu ia termasuk dari kekayaan alam yang kali pertama dibawa penjajah Belanda ke negeri ini tahun 1696.

Tidak saja menghasilkan kuantitas besar, kopi juga memiliki karakteristik yang kaya. Proses penanaman saja bisa menghasilkan rasa kopi berbeda walaupun jenisnya sama. Hasil rasa dan aroma dapat dipengaruhi dari tumbuhan/hewan yang berada di sekitarnya. Ibaratnya, jika di sampingnya ada tanaman bunga melati, kopi akan mengeluarkan wangi dan rasa melati. Keterlibatan manusia saat proses juga memengaruhi indera penikmat kopi. Kopi yang tumbuh dengan banyak percakapan  dan sentuhan personal yang indah turut serta menentukan kualitas kopi. Bagaimana ia tumbuh di suatu iklim maupun di mana tanah ia berdiri atau konturnya, jelas menciptakan rasa dan aroma yang beraneka.

Mu Cup of Story Photo Sari Novita - Giordano

“Cup of My Universe”, salahkah jika saya menganggap rasa yang dikecap oleh lidah dan aroma yang dicium adalah  peran serta semesta? Dan, pilihan tagline di tubuh mannequin berlapis kaus Giordano menjadi kalimat favorite saya. Rasa dan aroma kopi yang saya minum memang belum tentu menggambarkan kehidupan saya. Tapi kehidupan saya sadar atau tidak sadar banyak melibatkan semesta. Si semesta yang diarahkan oleh Kekuasaan Paling Tinggi. Manusia punya kisah perjalanannya, begitu pula kopi punya kehidupannya.

Secangkir kopi di pagi hari bisa saja awal dari rangkaian kisah dalam satu hari bahkan hari selanjutnya. Tak terkecuali masa depan. Bisa saja, kan? Misal Kopi dari dataran tinggi Gayo mampu menembus masa depan – hadir sejak tahun 1908 sampai saat ini – dan akan terus digemari. Kopi Gayo berspesies Arabika punya rasa beragam, manis maupun lembut, kuat dan tajam. Beragam atau berbeda-beda tapi memiliki karakter mapan, yaitu aroma wangi humus dan rasa kekentalan di lidah yang kuat. Aroma dan rasa tidak begitu saja muncul hasilkan kualitas kopi terbaik namun melalui proses tahapan. Seperti halnya sebuah novel atau film yang memiliki tokoh dengan karakter kuat akan melahirkan karya bagus yang diingat kuat oleh penikmatnya.

Karakter diceritakan dari sejak kecil sampai dewasa atau saat ini. Cerita yang bergulir pada rentang waktu tersebut, ialah tegukan   manis dan pahit yang gurih. Percaya atau tidak, kopi Gayo  bisa membuat saya tenang, lalu tertidur. Orang bilang kopi bikin melek mata, itu tidak salah. Tapi kopi bercita rasa bagus membuat saya tersenyum seraya memeluk bantal. Karakter yang kuat memesona hati ! Warna yang pekat, kekentalan yang manis dan wangi yang terhirup menjentikkan sel sel saraf.

giordano phto sari novita

Karakter-karakter kopi Indonesia memberikan inspirasi bagi merk fashion Giordano. Ciri khasnya mempopulerkan kopi Indonesia pada dunia. Banyak orang suka minum kopi, pakai gula atau tanpa gula, tapi tidak semua mengenali karakter kopi. Karakter inilah yang diangkat oleh Giordano Indonesa ke dalam koleksi terbarunya. Awal tahun 2016, Giordano Clothing mengangkat burung khas  sebagai warisan Indonesia untuk diperkenalkan kepada konsumennya.

Melalui fashion, Giordano Clothing merekrut seniman-seniman muda untuk turut ambil bagian dalam desain. Kali ini, Giordano bekerjasama dengan NulisBuku mengadakan lomba cerpen bertema “My cup of story”. Sebanyak 600-an peserta lomba mengirimkan ceritanya. 3 dari mereka terpilih 3 pemenang yang ceritanya diambil untuk dijadikan inspirasi. Inspirasi cerita mereka dituangkan ke dalam t-shirt dan pullover berbentuk quotes. Flocking print digunakan sebagai teknik penulisan quotes. Teknik puff print, embroidery, 3D rubber print, dan glitter digunakan dengan variasi warna netral agar mudah dipadukan.

Giordano-photo Sari Novita

Peluncuran koleksi terbaru terselip kampanye local development. Sejak 2014, Giordano Indonesia memberikan apresiasi kepada talenta-talenta Indonesia yang punya potensi. Tak lupa, kekayaan budaya dan alam Indonesia diusung agar masyarakat mengenal  dan meningkatkan pengetahuan tentang Indonesia.

Sebagai bangsa penghasil kopi terbesar,  Indonesia tidak bisa dipandang sebelah mata. Kopi Indonesia  banyak disukai karena karakternya yang khas. Karakter kopi Indonesia memiliki keragaman seperti halnya kepribadian individu yang berbeda-beda dan unik. 5 ragam kopi Indonesia paling terkenal: Kopi Bali, Kopi Toraja, Kopi Wamena, Kopi Gayo, dan Kopi Mandailing.

Giordano Photo Chalinop

Kelimanya punya karakter beraneka. Kopi Wamena (Papua) berkarakter dengan bau tembakau bila mencium aromanya. Keasamannya ringan dan rasa fruity. Kopi Bali, beraroma citrus dan rempah, berasa manis,  kaya rasa dan termasuk jenis arabika. Kopi Mandailing, aroma flora yang harum, rasa manis dan sedikit rasa coklat. Kopi Toraja, memiliki kadar asam tinggi, aroma earthy, dan berjenis arabika. Kopi Gayo karakter bisa dibaca di atas.

Seduhan aroma dan rasa yang beragam membuat hidup semakin kaya dan hidup. “More Flavors, More Alive” – tagline t-shirt yang menggambarkan kekayaan alam, juga hidup. Hidup yang berwarna dengan macam rasa dan aroma. Rasa manis, pahit, hambar, asam, apa pun itu menjadikan pribadi-pribadi kaya. Karakter akan terus dibawa dan diingat oleh manusia, apa pun cerita perjalanannya.

Giordano- Photo Chalinop

giordanome

Diambil dari Google
Diambil dari Google

One Reply to “Seduhan Cerita Kopi Dan Fashion”

Leave a Reply