Tips Mudik Cerdas Pas Lebaran

Lebaran sebentar lagi. Segala keperluan buat menyambut Hari Raya Idul Fitri pasti sedang dipersiaplan umat Muslim. Dari membuat kue, membeli baju baru, membeli tiket pesawat atau kereta atau bis, mempersiapkan amplop angpau, sampai mericek kendaraan mobil atau motor untuk mudik. Dan seperti sebelumnya, Jakarta bakal sepi dari penduduk yang sebagian besar adalah perantau maupun masih mempunyai keluarga di luar kota. Mereka banyak yang mudik dengan kendaraan dan saat mudik biasanya rawan kecelakaan. Nah, bagaimana agar mudik dengan aman dan cerdas?

Kebetulan saya sempat bertemu dengan Sony Susmana, Safety Defensive Consultant Indonesia. Beliau bilang banyak terjadi kecelakaan saat mudik dikarenakan mengantuk, kelelahan, dan fisik yang kurang sehat. Menurutnya, menyetir dalam perjalanan jauh sebaiknya setiap 4 jam perlu berhenti. Jalanan yang lurus dan membosankan bisa membuat ngantuk. Makanya, beliau menyarankan untuk beristirahat setelah 4 jam.

Paling utama adalah bagaimana caranya Mudik Cerdas. Yaitu penyetir bisa membawa kendaraan dari satu titik ke titik berikutnya dengan selamat, aman, dan nyaman. Supir (nggak enak banget ya dengernya ganti pengemudi, deh)  harus alert terhadap situasi dan kondisi apa pun. Maksudnya ia perlu mempunyai mata yang mawas terhadap sekitarnya (di luar mobil), misal terhadap jalanan di depannya, ada pohon tergolek di jalanan, ada keramaian, dan lain sebagainya.

Hal kedua yang penting; pengemudi perlu berbagi tanggungjawab, meyakinkan keputusan, dan menghidupi suasana. Makanya di sini perlu peran navigator yang bisa bantu bikin suasana hidup, membantu mencari rute jalanan, dan kudu sigap juga. Plus kondisi juga harus sehat. Ya harus helpful dan menyenangkanlah.

Nah, berikut tips ala Sony Susmana yang bisa jadi rekomendasi Mudik Cerdas dan terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

  • Aman – bagi pengemudi dan penumpang
  • Istirahat minimal selama 30 menit atau secukupnya. Berhenti saat mulai kelelahan atau mengantuk.
  • Gunakan Safety Belt. Pengemudi dan semua penumpang harus mengenakan safety belt tanpa terkecuali. Jumlah safety belt harus sama dengan jumlah penumpang. Safety belt dapat mengurangi benturan dan luka pada penumpang jika terjadi kecelakaan.
  • Air bag. Jarak air bag harus 30 cm dari posisi duduk pengemudi karena air bag bisa mengembang 22 – 25 cm. Sekarang sepertinya mobil keluaran baru sudah memiliki air bag di bagian pengemudi dan samping pengemudi.
  • Anak-anak sebaiknya duduk di bagian belakang dan mengunakan safety belt.
  • Melakukan pengecekan kendaraan pada bagian komponen vital, seperti oli mesin, oli transmisi, minyak rem, minyak power steering, ban, dan air radiator. Selanjutnya memeriksa head lamp, fog lamp, lampu belakang, rem, dan sein.
  • Sebaiknya tidak menaruh barang bawaan/koper/bags di atas kap mobil. Karena mobil mempunyai gejala keseimbangan seperti pitching, rolling, yawing, dan bouncing.
  • Nyaman

Membuat suasana nyaman. Pasangan/teman/istri (navigator) turut berperan berbagi tugas dan tanggung jawab bersama pengemudi. Jika musik bisa menghilangkan suasana bosan dan kantuk, nyalakanlah. Sebagai navigator jangan enggan untuk memilih lagu atau mengganti lagu yang disukai semua. Menyiapkan cemilan bisa juga membuat suasana nyaman.

Sebenarnya untuk menghidupkan suasana, semua penumpang bisa saja melakukan, saling bekerjasama dan bergantian. Terpenting pengemudi dan navigator harus nyaman dan yakin dengan dirinya dan mobil yang bakal digunakan. Jika mereka nyaman otomatis penumpang lain merasa nyaman.

Fisik dan mental plus fokus  juga perlu diperhatikan. Tidak perlu dibahas panjang, dunk. Terakhir, mentaati peraturan lalu lintas dan rambu jalanan.

  • Efiesien

Jarak dan waktu biasa menjadi perhitungan supaya lebih cepat sampai ataupun sampai sesuai jadwal. Namun kemacetan bisa bikin molor jadwal. Sebaiknya pemudik punya alternatif jalan yang bisa di-googling dan mendownload aplikasi jalur mudik.

  • Menyerahkan semua kepada Tuhan dan semesta. Berbahagia.

.

*Postingan terjadi karena pertemuan saya dengan Sony Susmana saat Bukber Mobil 123

*Sumber Gambar : micecartoon.co.id

 

20 Replies to “Tips Mudik Cerdas Pas Lebaran”

  1. tips dari mas Sony waktu itu kepake banget ya mba Sar. Aku sih gak mudik, tapi sering bepergian jauh saat Lebaran, jadinya tetep bisa diaplikasiin…

  2. Kami sekeluarga gak pernah lagi mudik Lebaran ke Klaten. Selalu ke Medan. Tapi kadang-kadang kami mudik di hari lain, biasanya Desember. Aku bukan navigator yang nunjukin, sih, tapi gak pernah bisa tidur kalo suami nyetir. Ibaratnya jadi mata kedua buat dia supaya dia lebih awas aja.

  3. si bungsu suka susah klo diminta duduk di belakang..smp sekarang maunya dipangku ibu di depan
    ibunya pindah ke belakangpun ga boleh…kadang2 kakaknya yg etngah juga klomlg manja minta di pangku jg..apalagi klo perjalanan macet…dipangku berdua deh

Leave a Reply