Romansa Di Balik Kopi Ginseng CNI

 

Sebagai orang yang suka nulis, menulis tanpa kopi ibarat menulis kekosongan. Entah sejak kapan saya mulai minum kopi. Pastinya kopi ginseng tidak pernah absen memulai hari dan menjelang pergantian hari ketika di awal masuk kuliah. Awalnya saat Ibu saya membeli sekantong kopi ginseng CNI yang langsung saya cicip karena penasaran apa rasanya kopi ginseng itu. Sejak itulah kopi ginseng CNI dan saya seperti punya ikatan batin sampai sekarang. Bagi saya tidak ada kopi seenak kopi ginseng buatan CNI.

Meski tahun-tahun selanjutnya, saya merambah ke jenis-jenis kopi lainnya, bahkan mencintai beberapa dari mereka. Dan beberapa tahun tidak menyeduh kopi ginseng CNI, memori saya masih melekat. Ada rasa kehilangan, ada rasa rindu, tapi saya yakin pertemuan itu akan sampai pada waktu yang tepat. Tahun 2015, saya seperti digiring oleh Penguasa jagat yang pandai membuat pertemuan-pertemuan yang tak terduga.

Saat me-review produk kesehatan untuk kecantikan, pikiran saya langsung mengarah ke kopi ginseng. Karena yang saya review produknya ialah Ester C dari CNI. Nama CNI seolah-olah memanggil-manggil pikiran untuk menjemput yang hilang. Sesuatu yang hilang yang sebenarnya tidak pernah hilang.

Sebuah kejutan, kopi ginseng CNI ada di sepaket kantong produk. Wuah, saya nggak tahu bagaimana mendeskripsikan situasi perasaan saya saat itu. Dan refleks, saya mengambil air panas dan menyeduh kopi ginseng CNI. Wangi harumnya bagai romantisme yang ingin saya lakukan lagi, lagi, dan lagi.

Kopi ginseng CNI adalah salah satu kopi yang saya suka. Selain itu saya juga suka kopi Aceh Gayo dan Bajawa. Minum kopi bak menggiling biji-biji kegaduhan hati dan pikiran saya. Menurut pemilik salah satu kafe kopi di Jakarta, kualitas kopi yang bagus adalah kopi yang setelah diminum mampu menenangkan hati dan pikiran. Proses dari penanaman sampai berada di depan mata bisa menentukan kopi tersebut menjadi nikmat ataupun malah jadi tidak enak.

Saya mendeskripsikan romansa secangkir kopi itu berasal dari prosesnya: perkebunan (tanaman lain bisa mempengaruhi rasa dan kualitas kopi), perawatan (yang perlu disayang-sayang) dan olahan tangan-tangan yang memandang kopi itu merupakan bagian dari hidupnya. Terakhir berada di rongga-rongga tubuh kita. Dan kualitas dan kenikmatan kopi ditentukan dari sebuah proses.

Hidup memang sebuah proses, tidak jauh berbeda dengan kopi ataupun sesuatu lainnya. Warna hitam pekat tidak selalu ditandai dengan kehidupan yang pahit. Tapi justru hitam pekat tersebut mengajak diri ke sebuah puncak untuk menikmati angin dari perjalanan yang berarti. Hawa  puncak yang dirasakan telah banyak diakui secara jitu bisa menciptakan suasana romantis. Romantis yang berasal dari sebuah proses perjalanan. Jika kamu pernah merasakan dinner yang romantis bersama pasangan, itu berasal dari sebuah proses juga, kan?

“My cup is full of air. I should empty it and fill it with love. Or coffee, as the two are synonymous to me.” – Jarod Kintz, This Book is NOT FOR SALE

Sejarah Kopi di Indonesia

 

Kopi kali pertama ditemukan di Etopia, kemudian dibawa oleh seorang muslim dari negeri Yaman ke tanahnya untuk ditanam (tahun 1250).

Negara Yaman menyebut kopi sebagai Qahwah, disajikan agar kuat dan tahan melakukan zikir dan sholat malam. Negeri Yaman inilah yang kali pertama membudidayakan kopi pada puluhan abad yang lalu. Kemudian, minuman kopi terkenal di negara-negara Islam, termasuk Mekkah dan Turki di abad ke-15. Dan pada Tahun 1570, negara-negara Islam mulai mengimpor kopi ke benua Eropa.

Minuman kopi pun terkenal di masyarakat Eropa. Pada tahun 1696, Gubernur Belanda yang bertugas di Malabar, India mengirim bibit kopi Yaman (Arabika) kepada Gubernur Belanda di Batavia (Jakarta). Karena mengetahui dan menyukai cita rasa dari minuman kopi, Gubernur Belanda menanam bibit-bibit itu di tanah Jawa. Tahun 1711, Jawa mengekspor kopi ke benua Eropa oleh VOC. Perkembangannya cukup pesat dan membuat VOC memonopoli perdagangan kopi di antara tahun 1725 – 1780.

Sampai kini, Indonesia masih mengekspor kopi ke berbagai belahan dunia dan kopinya terkenal punya daya cita rasa yang berkualitas tinggi.

 

Kopi Ginseng CNI

Indonesia, sebagai penghasil kopi nomor empat di dunia, tidak heran membuat CNI menciptakan kopi yang berbeda dengan kopi lainnya. Dari produk-produk yang saya tahu dan diperlihatkan kepada saya tanggal 3 April 2016, di Gedung CNI, saya punya kesimpulan sendiri. CNI sebagai perusahaan yang memulai usahanya melalui multi level marketing, ingin produknya punya ciri khas dan keunggulan.

Pada tahun 1994, CNI mulai memasarkan kopi ginseng dalam bentuk sachet yang merupakan perpaduan dari kopi Robusta dan Arabika (Sumatera dan Jawa). Keberhasilannya sebagai pionir kopi ginseng di Indonesia berhasil menjadi TOP Brand untuk kategori kopi ginseng. Ekstrak ginseng yang digunakan CNI melalui proses produksi dengan standar GMP (Good Manufacturing Practice) atau CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik).

LIne Packing Kopi Ginseng CNI
LIne Packing Kopi Ginseng CNI

Kopi ginseng CNI mempunyai kandungan yang dapat merangsang sistem saraf pusat, manfaatnya untuk berpikir lebih fokus. Selain itu bermanfaat sebagai antioksidan,  menjaga dan meningkatkan stamina daya tahan tubuh dan melancarkan sistem peredaran darah.

“Kafein membuat badan tidak cepat lelah. Kafein membuat “bahan bakar” yang dipakai otot lebih lama, sehingga kita tidak cepat lelah dan otomatis kita dapat melakukan aktivitas fisik lebih lama.” – Study: Harvard School pf Public Health

 

PH yang terkandung pada kopi ginseng CNI mendekati netral yang membuat aman dikonsumsi oleh penderita penyakit maag.

copper and gold Free Photo

 

Kandungan ginseng yang tumbuh liar di hutan-hutan pegunungan terdapat akar Ginsenosides yang mengandung minyak asiri, panasena, resih, musilago, asam panax, fitosterol, hormon, vitamin B, karbohidrat, dan selulosa.

Nutrisi yang terkandung pun berupa kalsium, serat, folat, zat besi, magnesium, mangan, fosfor,potasium, zinc, vitamin B1, B2, B3, B5, dan C.

Wajar saja penambahan ginseng pada kopi produksi CNI bannyak disukai oleh masyarakat Indonesia. Selain bisa bikin melek, ginseng punya khasiat kesehatan dan tidak menimbulkan efek  bagi tubuh manusia. Penambahan ginseng ini, sengaja dilakukan CNI agar produknya memiliki keunggulan dan berbeda dengan kopi-kopi lainnya. Usaha CNI sukses membuat konsumen jatuh hati. Berkembangnya teknologi internet, CNI membuat situs sendiri yang memudahkan konsumen untuk menjangkau produk-produknya termasuk kopi ginseng CNI  lihat di sini

 

Bagi saya sebuah proses minuman kopi merupakan bagian dari romansa perjalanan kehidupan.

 

 

Sumber tulisan:

  1. https://web.facebook.com/Kamehousecoffe/posts/498472653553236?_rdr
  2. http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/09/02/19/32234-kisah-secangkir-kopi-peradaban-islam-di-eropa
Kopi Ginseng CNI
Kopi Ginseng CNI

19 Replies to “Romansa Di Balik Kopi Ginseng CNI”

  1. Dulu waktu masih ngantor di tempat yg lama, akrab banget ama produk2 CNI karna bos ku main ini juga dan suka maksa anak buahbj6a beli hahaha. Trus pindah kerja, dan ngak perna lagi tau produk2 CNI

  2. Dulu waktu ngantor ditempat yg lama, sering dan akrab ama produk2 cni karna bos juga main cni dan suka maksa anak buah nya ikutan coba hahaha. Setelah pindah kerja, ngak pernah denger sama sskali hahaha

  3. Alamak ini mah jadul bingit, jaman sekolah dulu ni kopi sempet eksis di keluarga besar. Rasanya yg khas dan ga bikin berdebar seperti kopi gingseng lainnya, dan dulu keluarga selalu stok tuk bulanan. Sampai tante dan oum kasih rekomendasi ke kawan-kawannya. Jadi nostalgia gini, mau dong mba klo masih punya stoknya, hehe..

Leave a Reply