Mencicipi Makanan Rumah Mama Malaka

Makanan rumah memang sering bikin kangen. Tapi bagaimana caranya bila di rumah tidak ada yang bisa memasak atau tidak sempat memasak? Pergi ke warteg? Bisa juga, tapi ada pilihan lain yang menawarkan suasana dan jenis makanan berbeda. yaitu Restoran Mama Malaka, restoran yang menghidangkan menu dengan resep berasal dari orang-orang peranakan Malayu.

Restoran Mama Malaka mempunyai 7 cabang yang  berlokasi di 7 Mall Jakarta. Letak restoran yang berada di mall sudah pasti punya atmosfir berbeda. Tidak perlu kepanasan untuk menikmati hidangan makanan rumah yang menu-menunya bagai menjelajah Tana Malayu. Sebelum atau selesai makan di Mama Malaka, kita bisa berbelanja memenuhi kebutuhan lain atau sekadar jalan-jalan di dalam Mall.

Menariknya, Mama Malaka punya ruang desain interior yang mengikuti desain rumahan. Ditambah menu makanan yang memang perpaduan Malayu, Tionghoa,  dan Indonesia. Kali pertama membaca menu, saya tergoda ingin mencicipi Pai Tee. Gambarnya menggiurkan. Biasa bila gambar mampu mengoda indera saya, kemungkinan besar makanan tersebut tidak mengecewakan rasanya.

Pai Tee, Ruma Makan Mama Malaka. Sari Novita
Pai Tee, Rumah Makan Mama Malaka. Dokumentasi: Sari Novita

 Saya kira Pai Tee ini appetizer berbahan Tofu, tapi makanan ini bahan utamanya adalah telur, sayuran dan ayam. B Dan tidak ada tahu maupun tofu di dalamnya. Bentuknya mirip Lumpia yang telah dipotong-potong. Kulitnya lumayan crispy. Rasanya juga lumayan. Untuk camilan cukup bisa direkomendasikan. Dan banyak pengunjung memesan menu camilan ini.

Menu makanan yang bisa mengenyangkan perut terdapat Nasi Rames atau Nasi Lemak atau makanan paket. Saya pilih jenis makanan lain. Karena dari tampak gambar foto di menu dan teman yang telah memesan, tipe makanan tersebut tidak menarik perhatian saya. Alias tidak menguggah mata. Pilihan saya jatuh pada  Kerapu Sambal Mama.

Ikan Kerapu Sambal Mama Malaka. Dokumentasi: Sari Novita
Ikan Kerapu Sambal Mama Malaka. Dokumentasi: Sari Novita

Ikan Kerapu adalah ikan favorite saya. Meski ikan favorite, saya belum tentu pilih Ikan Kerapu bila di restoran-restoran. Banyak faktor yang mempengaruhinya, misal kantong lagi nggak sehat kondisinya, ada jenis makanan menarik lain, melihat foto atau pesanan orang lain yang tidak membuat mata berselera, dan sedang tidak ingin makan Ikan Kerapu. Ikan Kerapu hargnya memang lumayan, tapi rasa yang didapat darinya, bukan main enak! Teksturnya lembut, di lidah pun sangat identik rasanya.

Tidak berbeda saat mencicipi Kerapu Sambal Mama, rasa yang terkecap menumbuhkan keinginan untuk makan terus-menerus. Atawa ingin menghabiskan 1 ikan itu untuk sendiri saja. Haha. Menu Restoran Mama Malaka ini cukup pedas. Berarti masih wajar tingkat pedasannya. Jika ingin menambah tingkat kepedasannya, bisa pesan khusus melalui pelayannya. Kalau menurut saya rasa dan level kepedasannya pas, tidak perlu menambah rasa pedasnya.

Menikmati Kerapu Sambal Mama bisa ramai-ramai, bersama teman ataupun keluarga, tidak sendiri, bisa mengurangi monopoli dan egoism. Rasanya pun enak. Ada khasiatnya pula yang dikandung ikan Kerapu, yaitu mengurangi resiko penyakit jantung koroner, mencerdaskan otak, menyehatkan mata, menurunkan kadar kolesterol, anti inflamasi, dan mencegah Alzheimer. Hmm.

Tau Hoo, Restoran Mama Malaka. Dokumentasi: Sari Novita
Tau Hoo, Restoran Mama Malaka. Dokumentasi: Sari Novita

 Menu pilihan lain yang saya rekomendasikan selain Kerapu Sambal Mama adalah Tau Hoo. Tahu atau tofu yang bukan berukuran standar seperti biasanya, bertekstur lembut dan enak di lidah sampai ke perut. Disertakan jamur yang memang pasangan serasi pada jenis makanan tahu. Tidak manis. Bisa juga dinikmati bersama orang-orang terdekat. Rasanya enak, tidak mengecewakan, dan tidak standar. Tau Hoo ini pun habis bersih dilahap saya dan teman-teman.

O, iya ada satu lagi menu camilan dengan bentuk yang unik, jelas bikin penasaran. Pastinya menu ini bikin kita langsung ingin jepret-jepret dan posting di akun social media. Roti Tissue. Dari namanya saja camilan ini sangat menarik. Belum kebayang saat membaca kata “tissue” pada menu, mengapa disebut tissue dan bagaimana rupanya.

Roti Tissue, Restoran Mama Malaka. Dokumentasi Sari Novita
Roti Tissue, Restoran Mama Malaka. Dokumentasi Sari Novita

Menu makanan ini merupakan roti yang dipotong setipis mungkin, persis tissue dan dibentuk sedemikian rupa. Kalau di Malaysia biasanya bentuk Roti ini berdiri ke atas seperti tugu. Roti tissue memang bukan menu makanan rumah yang biasa dinikmati rumahan di Indonesia. Tapi biasa saja makanan ini bisa sebagai camilan orang-orang Indonesia  zaman dulu  dengan bentuk yang berbeda dan lebih simple. Jika di restoran tentu mereka mempunyai mesin pemotong untuk memudahkan penyajian agar bisa menarik perhatian pecinta kuliner.

Membuatnya pun mudah, roti cukup dilumuri gula yang dilelehkan, lalu dipanggang. Rasa Roti Tissue memang berbeda dengan roti yang biasa. Rasanya manis, gurih, dan tersirat rasa asin yang menambah crunchy. Jempol!  Saya rekomendasikan Roti Tissue bila kamu ke Restoran Mama Malaka.

Mau lihat menu Nasi Rames dan Nasi Lemak. Ada 2 foto di bawah ini. Bagi saya keduanya biasa saja.

Nasi Rames Mama Malaka by Sari Novita
Nasi Rames Mama Malaka by Sari Novita
Mama's Grill Chicken Rice Mama Malaka by Sari Novita
Mama’s Grill Chicken Rice Mama Malaka by Sari Novita

Mama’s Grill Chicken Rice disajikan mirip Ayam Hainam, ada kuah, nasi, sambal dan bumbu bawang putih, dan ayam. Hanya saja di Restoran Mama Malaka potongan ayam di-grill terlebih dahulu dan disajikan dengan sayuran. Cuma rasanya yang tidak sesuai dengan lidah saya.

Konsep Restoran Mama Malaka

Desain interior yang menarik dan unik merupakan salah satu merangsang orang-orang untuk berkunjung ke suatu restoran. Restoran Mama Malaka yang terletak di One Bell Park yang saya kunjungi, memang eye catching. Pemiliknya pun telah bergelut di dunia kuliner selama 17 tahun. Beliau tidak ingin tampil di depan publik, terpenting beliua tahu betul selera dan konsep kuliner yang bisa ditawarkan bagi masyarakat Indonesia.

Feels like home“, inilah konsep desain ruang Mama Malaka. Begitupula dengan menu-menu yang disajikan – ragam dari hasil racikan bumbu tanah Malayu, Tionghoa dan Indonesia yang dipadu dan divariasikan. Hasilnya menjadi hidangan yang unik dan bercita rasa Nusantara. Tidak dipungkiri Indonesia mempunyai darah Malayu. Dan orang-orang Tionghoa di Indonesia cukup memengaruhi seni budaya, sejarah, dan kuliner di bumi Indonesia.

Memasuki Restoran Mama Malaka memang cozy dan akrab. Kehangatan desain dan aneka menu membuat kita betah duduk berlama-lama. Sendiri, bersama teman-teman atau keluarga, ataupun saat mengadakan arisan. Konsep yang sengaja dibuat untuk kita merasakan berada di rumah dan tentu tidak ada formil di sini. Restoran Mama Malaka bisa jadi pilihan bila kita sedang lapar, ingin bersama keluarga atau teman, bahkan acara arisan sekalipun. Letaknya memang di Mall-mall, inilah celah yang dipikirkan oleh pemiliknya. Di mall pun, kita bisa merasakan atmosfir rumah beserta makanan rumah. Bila saya beri nilai dari angka 1 sampai 10, saya menilai rasa makanan di Mama Malaka: 7.5. Pelayanan: 6.5. Desain ruang: 8 . Penyajian:7

Resto Mama Malaka, One Bell Park. Dokumentasi: Sari Novita
Resto Mama Malaka, One Bell Park. Dokumentasi: Sari Novita
Restoran Mama Malaka, One Bell Park. Dokumentasi: Sari Novita
Restoran Mama Malaka, One Bell Park. Dokumentasi: Sari Novita

13 Replies to “Mencicipi Makanan Rumah Mama Malaka”

  1. Lagi promo ngak pake CIMB ??? biasa nya diskon gede hahaha
    aku suka makan tahu nya, trus nasi goreng nya enak.
    Kmrn nyobain laksa nya tapi ngak begitu sesuai ama lidah gw

    1. Tosss, akuh juga suka nasi gorengnya..laksa ngak nyobaiin, aku ngak gitu suka laksa soale..bisa jadi rujukan nih komen Om Toro hehe

  2. Ini bukannya masakan a la malaysia ya? Melayu chinese peranakan yg ada di malaka malaysia? Karena foto2 di dindingnya juga kayaknya sih asalnya dari malaysia bukan dari Indonesia

  3. makanan peranakan itu memang enaak ;)..aku jg lbh suka makanan peranakan drpd chinese food.. mungkin krn udh dipadukan rasanya yaa.. pertama kali makan peranakan gini pas msh tinggal di penang, di sana bnyk bgt makanan peranakan..

    mama melaka ini aku blm prnh cobain. tapi tertarik ih liat kerapunya mbak ;).. roti tisunya oke juga dibikin pendek bgitu :D..

Leave a Reply