Anak Muda Punya Usaha, Generasi Milenial

Selamat datang di era yang menuntut perubahan. Suatu zaman yang dipengaruhi oleh generasi Y atau disebut generasi Milenial. Generasi yang lahir di tahun 1981-1994. Dan sekarang pun, dunia akan bersiap-siap mnghadapi gempuran generasi Z, generasi yang juga disebut IGenerasi atau generasi net. Generasi yang tidak jauh berbeda dengan generasi Y, yang membedakannya mereka tidak sabaran, tidak suka hal bertele-tele, bisa mengaplikasikan kegiatan dalam satu waktu. Ciri-ciri mereka bisa dikatakan memengaruhi gaya kehidupan generasi sebelumnya.

Selamat datang di era kasak-kusuk. Di mana semua orang yang lahir sebelum generasi Y dan Z, mau tak mau harus mengikuti perkembangan zaman. Meninggalkan ego, melupakan usia, tak menggubris jabatan, apalagi kekayaan. Namun, kesiapan menjadi perkara yang berdampak ke semua sektor, khususnya ekonomi. Bicara kasarnya, masalah uang. Problema kondisi kantong tidak saja terjadi pada zaman sekarang, tapi sudah sejak dari nenek moyang kita. Namun kali ini yang disalahkan adalah teknologi. Salahkan saja pada dunia yang terus berevolusi.

Kejayaan orang-orang dari generasi sebelumnya bisa jadi tinggal kenangan. Lalu, bagaimana nasib mereka, jika semua yang diangkat adalah anak muda?

Apalagi bila membaca kalimat Dimas Oky Nugroho pada media online Kompas:

“Kunci bagi kebangkitan Indonesia ke depan adalah anak muda, wirausaha, dan berkomunitas.”

Menurut Dimas Oky Nugroho, Direktur Eksekutif ARSC dan aktivis sukarelawan Indonesia untuk perubahan,

“Hanya anak muda yang berjiwa entrepreneur yang bisa membawa perubahan dan bangsa ini kompettitif di era globalisasi, khususnya MEA. Dengan wirausaha disitulah sesungguhnya nasionalisme anak-anak muda berwujud.”

Sialan memang jika hanya anak muda yang dianggap bisa mengubah perekonomian Indonesia di saat ini. Apakah generasi sebelumnya dipersilahkan gigit jari, tidak berbuat apa-apa, dan  mengerang marah, padahal tidak sedikit dari mereka yang masih harus membiayai anak-anaknya. Anak-anak yang termasuk generasi Y, Z, Alpha, dan entah sebutan apa lagi buat generasi selanjutnya.

Menariknya, pada tanggal 23 Maret 2016, Bakoel Cafe Cikini, Jakarta, Gerakan Ampuh menghadirkan Mirwan Suwarso, pencipta apps mobile TV Super Soccer  dan Braman Setyo, Deputi III Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM untuk menjawab problema di atas.

Braman Setyo dan e-Proposal wirausaha

Beliau bukan berasal dari generasi X, Y, ataupun Z. Namun, sebagai perwakilan dari Kementerian Koperasi dan UKM, Bapak Braman memaparkan alasan mengapa anak muda dan UKM. Di era serba teknologi ini sudah jelas banyak dipengaruhi dunia digital beserta teknologinya. Di sini bukan perihal anak muda atau orangtua, melainkan anak muda yang punya potensi membawa kemajuan ekonomi tidak di Indonesia saja, tapi di belahan dunia. Anak muda erat sekali dengan ‘ruang’ internet karena sejak kecil mereka telah akrab pada dunianya ini. Gerak cepat, progresif, berpikir kritis, aware terhadap kesejahteraan, kreatif, dan sebagainya inilah salah satu kekuatan era digital.

Dan UKM dianggap mampu menyelesaikan masalah ekonomi. Di saat kondisi ekomoni melemah, UKM tetap jalan seolah-olah tak terpengaruh dengan keadaan ini. Wajar saja, Pemerintah menggalakan wirausaha UKM dan anak muda untuk mempunyai andil seluas-luasnya.

Dari segi kendala yang masih banyak dialami daerah-daerah Indonesia terkait jaringan internet, Pemerintah berupaya memfasilitasi. Info dari PT. Telkom jaringan internet bakal ditingkatkan menjadi 85 % – sebelumnya baru 75%. Hal ini memang nyata, misalnya di suatu tempat di Flores, untuk menikmati internet, mereka sampai membangun satelit sendiri. Menunjukan bahwa anak muda di sana punya inisiatif dan rasa keingintahuan yang besar untuk mendapatkan informasi. Juga menikmati internet dengan berbagai minat dan kecerdasan yang mereka miliki. Tidak di Flores saja, tapi masih banyak daerah-daerah lainnya.

Agar mendapatkan sinyal pun masih merupakan PR besar khususnya di daerah. Malah ada seorang Travel Writer yang menulis di akun social medianya, “Kalau mau dapat sinyal, tinggikan tongsis setinggi-tingginya, kalau perlu di atas pohon. Nah, dapat deh sinyalnya.” Status humor tapi miris bagi saya. Kesadaran kelambanan dari berbagai sektor membuat orang-orang dan Pemerintah berusaha membenahinya. Suatu era yang kasak-kusuk karena ketinggalan-ketinggalan yang capai menghitungnya. Tapi bila tidak sekarang dilakukan, bisa usai negeri ini.

Ya, Pemerintah sadar sekali terhadap hal ini. Apalagi Kementarian Koperasi dan UKM punya program “e-Proposal” yang diperuntukan anak muda di seluruh Indonesia. Pemerintah berharap sebanyak 6200 proposal telah siap diajukan pada tahun 2017. Dari Calon-calon wirausahawan muda di berbagai bidang.

Proposal sebaiknya mulai dipersiapkan pertengahan tahun 2016, sehingga di tahun 2017 sudah siap. Proposal akan diseleksi dan ditinjau langsung ke lapangan. Pemerintah akan melihat proposal: tujuan mereka, apa yang diproduksi, kemampuan membuat proposal, arah wirausaha – jika ingin produknya dipasarkan keluar, apakah berpotensi dan siapa targetnya. E-Proposal ini akan memberikan dana sebesar 20 juta Rupiah untuk setiap proposal. Programn ini bukan Bantuan Pembiayaan Bergulir.

Dalam program e-Proposal ada hak dan kewajiban.. Hak: setiap anak muda yang ingin mempunyai usaha. Kewajibannya: laporan yang harus diberikan setiap saat. Ada perjanjian tertulis setelah mendapatkan dana dari Kementerian Koperasi dan UKM. Pemohon datang ke kantor. Kewajiban utama lainnya: ada rekening bank, laporan perkembangan usaha tiap 3 bulan dan  1 tahun. Kementerian menuntut dari tiap penerima dana mengenai input, output, benefit, impact, dan manfaat dari penerima program.

Inputnya, ada anggaran, output-nya, anggaran sudah tersampaikan. Outcome: sudah memiliki usaha.  Benefit: misal sudah menambah karyawan/SDM. Impact: apakah telah membuka struktur ekonomi – memberikan dampakkah pada ekonomi. Akan dilihat juga berapa jumlah SDM-nya, tidak seperti usaha mandiri wirausaha. Laporan tidak harus datang, tapi bisa melalui e-mail.

Bapak Braman juga menambahkan bahwa Kementerian sudah mempunyai SOP dan anggaran harus turun di tahun 2017 – paling lambat diberikan pada tahun berjalan. Misalnya saja dikirimkan dana pada bulan Febuary, 20 hari dari pengiriman akan mendapatkan persetujuan atau tidaknya. Jika mendapatkan persetujuan, dana langsung dikirimkan secara berkala.

Kalau mau dana lebih besar lagi ada lembaga pemberian dana bergulir, misal masuk dari koperasi. Yang bisa mendapatkan  dana sejumlah 1 milyar Rupiah , bahkan 2 milyar Rupiah. Tentunya Kementerian meninjau terlebih dahulu kinerja koperasi itu.

 

 

Mirwan Suwarso, Kriteria Investor,  dan Persiapan Hadapi Era Globalisasi

 

Perbincangan bersama pria bertubuh tinggi ini sangat menarik dan menginspirasi munculnya pandangan baru. Mirwan adalah sutradara kreatif, pakar marketing, dan salah satu pencipta aplikasi mobile TV, Super Soccer TV. Timnya merupakan anak-anak muda kreatif yang ahli di bidang IT dan desain. Perkembangannya sampai ke ASEAN dan Timur Tengah. Negara Bahrain adalah salah satu funding dari perusahaanya.

Bahrain sangat menyukai karya kreatif Super Soccer yang lengkap fitur-fiturnya dibanding aplikasi sama di negara lain. Si pemberi dana ini juga menyukai dunia sepak bola dan bear-benar tahu isi dari dunia ini.

Hal pertama yang menarik dari kisahnya adalah soal investor. Investor tidak hanya harus punya uang banyak dan memberikan dana.

Kriteria yang diliriknya dalam mencari dan menentukan Investor:

  • Perlu mengerti pasar
  • Punya exit plan
  • Produk yang akan dipasarkan di negara baru
  • Waktu untuk mengeluarkan saham
  • Produk yang bisa dijual
  • Punya pengalaman
  • Mengerti bidangnya
  • Punya koneksi atau tidak
  • Punya akses membuat teknologi baru atau tidak
  • Social economic-nya

 

Kriterianya ini mengingatkan saya kepada seorang sutradara film Indonesia yang terkenal, Joko Anwar. Menurutnya, salah satu yang membuat film Indonesia belum mengalami kemajuan ialah INVESTOR. Orang Indonesia masih harus belajar dalam memilih atau menentukan investor. Yang dicari dari investor bukan hanya uangnya tapi banyak faktor. Saya sempat berpikir, lalu berucap dalam hati, “Benar juga ini!”

Selain dari sisi investor, Mirwan kerap melakukan inovasi dan ‘berpindah’. Maksudnya setiap produk yang diluncurkannya, Mirwan bakal membuat produk baru lagi. Setelah menjual di negara A, jual berapa persen saham di negara tersebut. Begitu pula, ketika di negara B, ia dan timnya akan menjual sahamnya, sehingga saham mereka ada di mana-mana, di berbagai negara.

Mirwan dan timnya selalu memandang ke depan agar tidak ketinggalan. Ia mengajak orang-orang kreatif untuk bekerjasama dan memberikan ruang seluas-luasnya. Terutama ide dan kreatifitas. Membaca pasar pun dilakukan bersama-sama. Saat diminta tanggapannya mengenai Taksi Konvesional dan Taksi/Ojek Online, Mirwan mengucapkan.”

“You have to improve yourself” – Mirwan Suwarso

Di era apa pun, di bidang apa pun, dan di masalah apa pun.

Great quote, Mirwan!

Mirwan juga memimpin Entrepreneurship Initiative (IEI) yang menerima masukan dan proposal di bidang kewirausahaan digital.  Dengan maksud dan tujuan: membantu dan berkembang bersama.

Setelah mendengar Mirwan Suwarso dan tema “Anak Muda Punya Usaha”: Jangan salahkan anak muda atau teknologi. Terima saja jika sekarang ini anak mudadan teknologi harus berada di garis depan. Toh manusia diberikan oleh Tuhan akal dan pikiran yang semestinya bisa mensiasati  perubahan dan perkembangan zaman. Era saat ini, era milenial, Puih. Seperti kata pepatah “Siapa cepat, dia dapat”, siapa yang cepat tanggap oleh perkembangan zaman, maka amanlah “nyawanya”. Dan sayang sekali bila anak muda tidak mengunakan kesempatan ini. Mungkin dia terlalu banyak bermain dengan generasi sebelumnya yang seringkali nyaman dalam posisinya.

 

Keterangan:

  • Sumbertulisan:

http://nasional.kompas.com/read/2016/03/14/14140021/Nasionalisme.dan.Aktor.Baru.di.Era.MEA

  • Gerakan Ampuh adalah gerakan yang mensosialisasikan sosok-sosok inspiratif. Gerakan ini akan melakukan gerakan melalui sosialisasi “Anak Muda Punya Usaha” ke berbagai basis komunitas anak muda, termasuk Kampus di Aceh sampai di Papua.

Fanpafe FB     : Anak Muda Punya Usaha

Instagram        : @gerakanampuh

12 Replies to “Anak Muda Punya Usaha, Generasi Milenial”

  1. yaa, benar mbak
    Era saat ini, era milenial, Puih. Seperti kata pepatah “Siapa cepat, dia dapat”, siapa yang cepat tanggap oleh perkembangan zaman, maka amanlah “nyawanya”.

    apalagi serba teknologi ini jka gak ikut masuk maka bsa tenggelam

  2. baca ini jadi gimana ya 🙂

    *jadi pengen punya usaha nih (lagi mikir temanya apa yang cocok)
    kayaknya sih kuliner yang tetap hit karena orang selalu butuh makan atau aplikasi antigalau…

  3. Iya memang anak muda sekarang dan kita generasi sebelumnya perlu berwirausaha. Tentunya dengan berbagai perencanaan yang matang 🙂

  4. Mantap mbak Sari.
    Tema2 tentang anak muda emang selalu punya kesan tersendiri. apalagi bahasa yang mbak Sari pake itu, efektif banget lah buat kita2 anak muda

Leave a Reply