Sarinah, The Global Face of Indonesia

Gedung Sarinah setelah peledakan di Jalan Thamrin 2 minggu lalu, membuat dirinya ingin segera mengubah ‘wajah’. The Global Face of Indonesia bakal segera diwujudkan di tahun 2016 ini. The Global Face of Indonesia ialah konsep dari department store Sarinah untuk menyapa dunia dengan mengusung produk budaya dan  kearifan lokal Indonesia.

Tagline SarinahIsMe dan SarinahMenyapaDunia pun akan disosialisasikan ke masyarakat melalui social media Sarinah. Peristiwa peledakan bom dan penembakan kemarin, menyadarkan Sarinah untuk membuat akun social media yang selama ini belum mereka miliki. Sarinah merasa perlu mengatakan kepada masyarakat bahwa mereka baik-baik saja, aman, dan sudah siap menyambut masyarakat Indonesia termasuk masyarakat global.

Sarinah merupakan departement store pertama di Indonesia yang didirikan tahun 1962 pada masa Pemerintahan Presiden Sukarno. Seperti kamu tahu, nama Sarinah berasal dari nama pengasuh Presiden Sukarno. Sebuah nama seorang wanita yang merawat Presiden Sukarno begitu sayangnya. Lucunya, meski telah melewati waktu puluhan tahun, sebesar 70% staf PT. Sarinah bergender wanita. Para wanita yang sebagian sudah bekerja bertahun-tahun untuk PT. Sarinah. Ada kesinambungan antara sisi wanita dan Sarinah.

Sarinah yang bergerak di bidang retail, menurut Ibu Ira Puspadewi, Direktur Utama PT. Sarinah, usaha retail banyak dikelola oleh wanita. Secara umum, usaha retail nature-nya lebih perempuan dan lebih persuasif, sehingga bidang usaha ini seringkali berhasil dipegang oleh wanita. Sisi wanita inilah dan peristiwa peledakan Thamrin, yang menguatkan Sarinah fokus pada etalase produk kearifan lokal nusantara, sentra UMKM, pusat perdagangan ekonomi kreatif dan meeting point warga Jakarta. Yang tidak hanya mendukung sektor pariwisata dan ekonomi kreatif tapi juga nama Indonesia di mata dunia. Tidak pula hanya produk retail, tapi tersedia kuliner nusantara di area gedung Sarinah yang melegenda.

tangga eskalator sarinah by Sari Novita
Tangga Eskalator di Sarinah

Sarinah di tahun 2016 berniat memperluas dalam gedung tanpa mengubah ciri khasnya, juga memori pada tempat ini. Contohnya tangga eskalator yang tidak diubah atau diganti, masih sama seperti dulu. Bila kembali ke masa lalu, pasti teringat masa-masa berkunjung ke Sarinah dengan menapakkan kaki di tangga eskalator. Suatu hal bernilai historis itu bisa dijual, tidak melulu menampilkan ke-modern-an. Malah kalau saya bilang juga mempunyai nilai seni yang bisa diunggulkan.

Di sekitar gedung Sarinah pun sekarang ini terdapat Pipiltin Cocoa yang produknya 100% dari Indonesia. Juga Cafe Ruang Tengah dengan kuliner Indonesia. Dinamakan Ruang Tengah karena biasanya tempat favorite berkumpulnya keluarga di ruang tengah. Di gerai jajanan nusantara pun, setiap paginya menjual 6 aneka bubur Indonesia. Selain coklat Indonesia yang berada di peringkat ketiga dunia, ada kopi asal Indonesia, produk UMKM yang juga bisa didapatkan di Sarinah. Kopi dengan merk Javara ini sudah diekspor di beberapa negara tetangga dan siap pentas lebih luas secara global.

Kemudian, dari 14 lantai gedung Sarinah, 2 lantai penuh akan digunakan untuk perusahaan-perusahaan yang bergerak di industri kreatif. Dan  perusahaan MRA (di bidang media, radio, dan lainnya) menjadi embrio bila gedung Sarinah telah diperlebar atau dipertinggi.

Kembali ke produk lokal, Sarinah kini tidak hanya berkonsep produk klasik seperti Batik yang sejak dulu kala dijual di sini. Tapi Klasik dan Kontemporer – mengikuti perkembangan zaman. Sejak didirikan Sarinah memang berkonsep klasik dengan menghadirkan UMKM di berbagai daerah Indonesia. Sampai saat ini sudah 400-an UMKM yang penjualannya melalui Sarinah.

Bahkan ada UMKM yang telah 40 tahun menjual produknya di Sarinah. Untuk UMKM, Sarinah memberikan sharing profit bukan sewa tempat dan keuntungan tersebut 100% masuk ke Pemerintah Indonesia. Pasar saat ini pun telah berubah, jika dulu banyak pembeli dari negara Eropa, kini lebih banyak pasar Cina. Tidak heran, terdapat gelang kayu Gaharu yang berasal dari Sulawesi, Papua, dan Kalimantan dengan harga jutaan banyak dibeli orang-orang asal negeri Cina.

Kerajinan Kontemporer, Sarinah -by Sari Novita
Kerajinan Kontemporer yang Dijual di Sarinah

Sarinah adalah pusat belanja barang-barang seni budaya lokal yang banyak menjadi rujukan oleh wisatawan asing maupun lokal. dan harus menjadi toko atau etalase semua Kementerian saat membeli merchandise untuk tamu mancanegara. Di Sarinah pengunjung juga dapat membeli barang cloud winter untuk melengkapi kebutuhan pasar. Tentu Sarinah tidak mengabaikan soal kualitas. Karena masyarakat global sangat memerhatikan soal ini. Apalagi MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) menuntut  produsen Indonesia mengunggulkan kualitas dan harga yang pantas, bila tidak ingin ketinggalan dari negara Asean lagi.

Untuk Sarinah dan Indonesia, Sarinah akan mengadakan “Sarinah Menyapa Dunia” atau “Sarinah Greets The World” bersama 24 Dubes negara asing untuk menikmati aneka ragam olahan cokelat asli buatan Indonesia, kerajinan tangan, eco batik, hiburan dolanan dari anak-anak dan didampingi Putri Pariwisata 2015, Miss Earth 2015, dan Artis Ibukota.

Sarinah and Me, Sarinah is Me

Ibu Ira Dirut Sarinah - by Sari Novita
Ibu Ira Puspadewi, Direktur Utama PT. Sarinah

Sarinah berlokasi di Indonesia, di sinilah tersimpan kuat semangat Ibu Sarinah, pengasuh Presiden Sukarno yang berarti mengasuh peradaban adi luhung untuk dikenang dan dikenal dunia. Dari jumlah 600 staf PT. Sarinah, 70% memperkerjakan wanita dan UMKM-nya pun 70% dikelola oleh wanita. Entah mengapa angka ini menjadi sama. Pastinya, Ibu Ira Puspadewi bekerja di PT. Sarinah sangat menyenangkan secara pribadi dan juga dari sisi professional.

Bagi saya, bila bicara di luar professionalisme, sebagai wanita ada perasaan kebahagiaan dan kepuasan sendiri bekerja untuk Sarinah. Di situ saya memberikan dan berbagi pikiran, tenaga, dan energi,” ucap Ibu Ira Puspadewi, Direktur Utama PT. Sarinah.

Itulah kesinambungan tentang Sarinah, wanita, dan jiwa mengasuh.

Bagi saya, Sarinah yang pernah dikunjungi Nelson Mandela dan Ratu Belanda ini, merupakan salah satu sejarah kehidupan saya. Yang tidak mungkin dilupakan. Sejarah dari masa kecil dan remaja yang pernah menanam peristiwa bersama keluarga dan teman-teman saya di Sarinah.

Lalu, apa sejarah kamu bersama Sarinah?

Sarinah by Sari Novita
Sarinah Department Store
Sareena produk Sarinah -by Sari Novita
Shareena, Salah Satu Produksi Sarinah Department Store
Gelang Gaharu, Sarinah-by Sari Novita
Gelang Kayu Gaharu yang dijual di Sarinah

7 Replies to “Sarinah, The Global Face of Indonesia”

Leave a Reply