Program Sejuta Rumah Untuk Rakyat

“Saya tidak perlu rumah mewah. Saya hanya butuh atap, pintu, jendela, dan ruangan, untuk tempat istirahat keluarga saya, tapi saya tidak punya uang dan tidak mungkin membeli sebuah rumah.”

 

Rumah. Adalah impian setiap orang. Orang yang telah berpenghasilan di atas rata-rata pun ingin mempunyai rumah – bila dia tidak punya rumah pribadi dan masih menyewa atau tinggal di rumah orangtua. Jika melihat situasi zaman sekarang yang serba maju, harga rumah pun tidak ketinggalan turut maju. Bagi orang yang mempunyai ekonomi berkecukupan dan mendapatkan warisan, tentu tidak bermasalah. Yang jadi masalah ialah masyarakat dengan ekonomi pas-pas-an. Untuk menabung saja sulit, apalagi membeli rumah. Ucapan kalimat paling atas, cukup membuat miris. Tapi inilah yang terjadi di Indonesia. Dan beruntunglah bagi orang-orang yang telah memiliki rumah.

#ProgramSejutaRumahUntukRakyat kini digaungkan oleh Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Rakyat bakal mempercepat Program Sejuta Rumah Untuk Rakyat dengan mengunakan teknologi pra cetak yang dapat mempersingkat pembangunan rumah susun (rusun). Saat ini, 7.6 juta rakyat Indonesia belum memiliki rumah, dan 3.4 juta unit rumah tidak layak huni (data 2011, BPS). Kebutuhan rumah mencapai 13.5 juta unit (2015) -setiap tahunnya kebutuhan rumah 800 ribu unit, padahal Pemerintah hanya bisa membangun 400 ribu unit. Kebutuhan rumah meningkat, harga rumah pun terus meningkat, sehingga rakyat semakin sulit mempunyai rumah untuk dihuni bersama keluarganya. Tentu, Pemerintah memahami soal ini dan mengkhususkan program untuk rakyat penghasilan rendah.

Ditjen Pembiayaan Pekerjaan Umun dan Perumahan Rakyat, Bapak Maurin Sitorus mengatakan bahwa Program Sejuta Rumah tersebar di Seluruh Indonesia. Disebutkan pula Pasal 28H, “Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta memperoleh pelayanan kesehatan.”

gerakan menuju sejuta rumah

Dalam mewujudkan Program Sejuta Rumah untuk Rakyat, Kementerian PUPR bukan membangun rumah yang asal jadi, tapi berkualitas, sehat, dan nyaman bagi rakyat. Dana yang mengalir untuk membangun sejuta rumah berasal dari KPR dan APBN. Namun, masalah tidak bisa dihindarkan. Tidak hanya masyarakat yang mengalami hambatan membeli rumah, Pemerintah juga akui biaya pembangunan rumah menjadi masalah karena infrastruktur lah yang membuat harga bahan bangunan meninggi. Alasan tersebutlah, PUPR membangun infrastruktur dan sanitasi kebersihan untuk meminimalkan pengeluaran.

Target Program Sejuta Rumah Untuk Rakyat bukan berarti untuk seluruh rakyat – tapi lebih dikelompokkan.  Daerah pinggiran, perbatasan, kawasan timur Indonesia, daerah tertinggal, dan pedesaan, adalah wilayah-wilayah yang diutamakan. Selain  pendapatan per kapita dilihat – rakyat berpenghasilan rendah, PNS, TNI, POLRI, dan terkait lainnya, merupakan target Program ini. PUPR bekerjasama dengan BTN, BNI, dan BRI dalam segi pembiayaan agar program terwujud. Untuk menentukan kredit, Pemerintah tidak terlibat, MBR sendirilah yang menentukan. Berikut tahapan yang perlu diikuti bagi MBR:

 

Pemerintah telah mengucurkan dana sebesar 21 trilyun rupiah untuk 430 ribu rumah yang sudah dibangun dan paling banyak di Jawa, sekitar 40%. Program Sejuta Rumah Untuk Rakyat sebaiknya didukung pula oleh masyarakat umum. Setidaknya menaruh empati kepada sesama warga negara Indonesia. Semoga Program tersebut dapat merealisasikan kesejahteraan rakyat.

 

50ribu rumah unit khusus

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply