Sosialisasi Cara Penerimaan Barang dari Luar Negeri

“Integritas harus tetap ada meskipun tidak ada orang yang melihat.”-  Jatmiko, Kepala kepatuhan Internal Luar negeri Bea Cukai

Sejak tahun 1871 hingga 1877 pada masa penjajahan Belanda, Indonesia telah menyumbangkan 832,40 juta Gulden untuk negeri kincir angin itu, seratus sampai 200 juta Gulden berasal dari penerimaan pajak, bea dan cukai di Indonesia. Sebetulnya sistem kepabean dan cukai modern di Indonesia dimulai pada 1 Oktober 1620 oleh Jan Pieterszoon, Gubernur VOC. Sampai di masa penjajahan Jepang pemungutan bea ekspor dan impor di pelabuhan dihapuskan, kecuali cukai tembakau dan minuman keras. Kemudian, 19 Agustus 1945, dibentuklah organisasi Kementrian keuangan sekaligus menetapkan urusan bea dan cukai sebagai bagaian dari organisasi.

Di atas hanyalah sepenggal sejarah mengenai perjalanan bea dan cukai di Indonesia. Dulu alat transportasi untuk mengantarkan barang sampai ke tujuan menggunakan sepeda. Mengikuti perkembangan zaman, sepeda sudah tidak digunakan lagi, sekarang motor dan mobil digunakan sebagai fasilitas kendaraan pengantar barang dan dokumen. Begitu pula saat ini, hambatan pun berubah, pengiriman barang dan dokumen melalui jasa pengiriman online pun menjadi kesulitan tersendiri bagi Bea dan Cukai, termasuk bagi penerima dan pengirim barang dari luar negeri. Melihat tipe pelayanan kantor pos dan bea cukai pun, lebih besar melakukan custom registration (26,21%) dan pengantaran barang dan surat sebesar 24,88%.

Barangkali, masyarakat hanya tahu proses penerimaan dan pengiriman barang dan surat yang diawasi oleh bea dan cukai hanya di bandara dan pelabuhan. Ternyata, bea dan cukai juga bertempat di Kantor Pos Pasar Baru untuk mengawasi proses masuknya pengiriman barang dari luar negeri.

Alur bea Cukai

Ibu Nurtanti, Kepala Kantor Pelayanan Pos Pasar Baru, mengatakan bahwa perdagangan online sedikit sulit diawasi. Beberapa layananan jasa pengiriman yang murah kerap sulit dilacak, sehingga merugikan pembeli dan penerima barang.  Bukan itu saja, banyak barang yang masuk dari luar negeri tidak dapat diterima oleh si penerima disebabkan tidak adanya ijin atau merupakan salah satu barang yang dibatasi jumlahnya untuk masuk ke Indonesia. Di tahun ini saja sudah 23.000 surat meminta konfirmasi surat ijin impor. Banyak dari masyarakat, tidak tahu soal kebijakan dan peraturan ini. Karena itulah perlu dilakukan sosialisasi agar meminimalisir  kerugian tersebut dan juga keamanan bagi masyarakat. Kebetulan saya dan teman-teman blogger lainnya diberi kesempatan untuk mengenal lebih jauh impor barang di kantor pos Pasar Baru. Teman-teman blogger lainnya di pelabuhan Tanjung Priok.

 

Barang yang memerlukan perijinan

Barang-barang yang dibatasi masuk pun, perlu disosialisasi. Berikut barang-barang yang dibatasi jumlah masuknya: baju, gadget, smartphone, makanan, minuman alkohol, rokok, tembakau iris, senjata (ini juga memerlukan ijin), dan lainnya. Sudah jelas untuk narkotika dan sejenisnya dilarang masuk. Pengiriman narkotika dan sejenisnya banyak dikirim melalui pos dengan berbagai bentuk dan masuk ke kantor pos Pasar Baru, Jakarta. Pembukaan barang (berukuran kecil) yang dicurigai wajib dilakukan oleh kedua pihak, yaitu pihak dari bea dan cukai dan pihak dari kantor pos. Dan dilakukan di ruangan tersendiri juga hanya orang yang berkepentingan atau mempunyai hak dan ijin untuk masuk ke ruangan tersebut.

Barang-barang yang dicurigai atau yang ditahan memiliki kode sehingga mudah dicari dan memiliki identitas. Saat barang tersebut diterima, dibuka, oleh siapa yang membuka, nomor paket (dihitung dari 4 angka belakang), tanggal dikerjakan, dan inisial negara, diberikan kode. Saat kontrol melalui x-ray pun, memiliki warna-warna  yang menjadi kode tersendiri karena telah terbiasa melihatnya. Warna-warna yang bisa membedakan organik dan non organik. Dan Sistem pengawasan  dan pengaduan masyarakat (disebut: Puma) dapat dikontrol langsung oleh Menteri Keuangan.

Sex toys dan kosmestik juga termasuk kategori barang yang dilarang masuk. Untuk sex toys bisa diberikan kepada penerima bila ada penjelasan psikologi batin. Khusus kosmestik hanya diperbolehkan bila untuk pameran, telah dilakukan uji lab, dan harus perusahaan (tidak boleh pribadi). Tidak sedikit pula, instansi dan perusahaan yang menitipkan ketentuan pembatasan barang yang masuk kepada kantor pos dan bea dan cukai. Untuk melacak  barang/dokumen kiriman dari luar negeri dan mengetahui barang apa saja yang memerlukan ijin dan dibatasi lihat di website ini

Barang yang perlu dibatasi

Untuk pengawasan barang kiriman luar negeri, bea dan cukai menempatkan K9 – Unit kepolisian yang mengunakan peran anjing untuk mengawasi masuknya narkotika, barang seludupan, dan pelaku kriminalitas. K9 merupakan tim antara dog handler dan anjing itu sendiri. K9 di Indonesia tersebar di lokasi bea dan cukai, pelabuhan, bandara, dan kantor pos. Tidak hanya staf bea dan cukai yang punya jadwal shift, tapi dog handler dan anjing pelacak pun bergantian tugas jaga mengikut jadwal shift-nya. Pelatihan yang dilakukannya keduanya berada di kantor pusat Bea dan Cukai di Rawamangun, Jakarta.

Dog handler dan anjing dilatih bersamaan dari nol selama 4 bulan oleh pihak Bea dan Cukai dan juga pihak kepolisian. Setiap cabang nasional, Bea dan Cukai menempatkan 2 dog handler dan 2 anjing pelacak. Angka 2 seperti kantor pos yang menerima minimal 2 truk pengiriman dari luar negeri, mungkin disamakan dengan 2 dog handler dan 2 anjing pelacak. Hehe.

K9 in Action
   K9 in Action, “Find it. Good Boy!” ucapan yang selalu keluar dari Dog Handler, jika anjing pelacak menemukan barang yang dicurigai

Bravo 1500225

Tim call center menyebut mereka sebagai Bravo 1500225 – yang berarti “Kring Pajak”. Dibentuk pada 1 Oktober 2014 dengan jargon “single point of contact“.  Masyarakat bisa menghubungi call center di hari kerja, pada pukul 8 pagi sampai 4 sore. Pelayanan ini masih berbayar (tahun depan direncanakan bebas pulsa), kecuali pengaduan masyarakat bebas pulsa. Selain call center, mereka juga melayani tanya jawab mengenai bea dan cukai melalui e-mail. Mereka juga punya tim sosial media loh untuk melengkapi pelayanan kepada masyarakat.

12269061_10208071290649767_1790639735_o

Hambatan yang masih dihadapi Bea dan Cukai?

Bapak Jatmiko menjawab:

Masalah gaji, sarana dan prasarana, operasional, sementara ini kita tidak akan pernah mencukupi, kejar mengejar. Perkembangan perdagangan makin membutuhkan kecepatan, kita juga harus bergeser, antara sentuhan manusia menjadi  IT, nah ini kan perlu biaya. Dan ini harus ada mekanisme pengajuan anggaran yang harus disetujui pemerintah dan DPR. Padahal pemerintah sekarang uangnya lagi tipis.

Contoh; patroli, idealnya  pelayaran kapal patroli dilakukan sepanjang tahun, tapi kita tidak bisa . Mereka tidak perlu seperti itu sebenarnya, karena ada radar, kapal itu membutuhkan orang tapi orang juga tidak bisa terus-menerus berjaga. 2 atau 3  minggu harus berganti  dan 1 atau 2 hari mereka istirahat. Belum lagi masalah keluarga. Pegawai itu kan manusia, jika punya keluarga, belum bisa terakomodir. Itu mengapa kita menguatkan passion dengan fasilitas yang ada. Tidak bisa kita memindah-mindahkan begitu saja karena ada problema lain, misal: sekolah anak, adaptasi anak dan psikologi anak itu sendiri. Semua punya giliran ke daerah, 2 atau 3 minggu harus berganti crew. Belum lagi masalah me-maintain passion mereka.  Semua hal ini memerlukan integritas sekaligus pembenahan sistem dan program kerja.

 

Pak Jamitko-by Sari Novita

Call Centre Bea Cukai - by Sari Novita

Kamar the Dog of K9-by Sari Novita

Kantor Pos Pasar Baru-by Sari Novita

Salah satu Senjata Bea Cukai-by Sari Novita

Sensor Bea Cukai Pasar baru - by Sari Novita

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

7 Replies to “Sosialisasi Cara Penerimaan Barang dari Luar Negeri”

  1. wow…
    lengkap banget bu 🙂
    he he he

    “Untuk sex toys bisa diberikan kepada penerima bila ada penjelasan psikologi batin”
    waduh, saya ga nyimak soal ini
    kirain dimusnahin gitu, kayak narkoba…

  2. Hehhe, thanks bai…iya bener kita harus tahu tata cara dan aturannya..kalao ngak kita sendiri yg bisa dirugikan

  3. mbak Sari sya kok gagal paham dengan istilah “psikologi batin” , sya search di google gak ketemu istilah itu. Bisa minta penjelasan dikit? dan sapa toh yg menentukan apakah penerima berhak menerima sex toy? depkes atau bc ? thanks ya mbak

    1. “psikologi batin” hanya istilah saya saja..haha…Mereka menjelaskan akan diapprove bila ada surat dari psikolog dan memang bisa diterima oleh mereka.

  4. Penghitungan pajak dan menjadi slip tagihan pajak dilakukan dimana ? Apakah di beacukai bandara atau beacukai kota tujuan ? Atau tempat lainnya ? Terimakasih jawabannya

Leave a Reply