Menjadi Kakap dengan Kekayaan Laut Indonesia

Hasil Laut yang Dibekukan
Hasil Laut yang Dibekukan

Pameran UKM ekspor telah diadakan pada tanggal 25 Agustus – 26 Agustus 2015, Gedung Smesco, Jakarta Selatan. Salah satu peserta pameran tersebut adalah Kelola Mina Laut (KML Food) yang memproduksi hasil laut mentah dan makanan laut yang diolah. Perjalanan KML Food di bidang makanan laut berawal dari  tahun 1994 merupakan suatu proses bertahap yang terus diiringi inovasi dan kemajuan. Dari hasil laut yang diproduksi, sebesar 98% di pasarkan ke luar negeri – dan Jepang sebagai negara paling banyak memesan hasil laut dari KML Food, sedangkan hanya 2% dipasarkan ke dalam negeri. Sebanyak 2000-an ton/tahun atau sekitar 7-8 container/hari KML Food mengeskpor produk hasil laut dalam bentuk daging saja.

Indonesia memiliki kekayaan laut yang besar, bahkan menyaingi negara-negara di dunia yang pertumbuhan ekonominya tinggi. Sekitar 6.4 juta ton per tahun hasil laut di dunia berasal dari negeri Indonesia. Rakyat Indonesia pasti tahu soal kekayaan laut Indonesia ini, begitu pula KML Food, tapi Bapak Mohammad Nadjikh, Presiden Direktur KML Food tidak melupakan para nelayan di pesisir laut negeri ini. Ia mengajak 300.000 nelayan dari berbagai wilayah Indonesia untuk bekerjasama/bermitra memajukan kesejahteraan dan potensi alam. Sejumlah 12.000 nelayan telah menjadi karyawan KML Food. Dan akan terlibat acara ulang tahun PAUD ke-10 dengan memberikan makan hidangan laut kepada 6000 anak.

Berbagai hasil laut yang di-frozen KML Food
Berbagai hasil laut yang di-frozen KML Food

Sebagai info, KML Food telah mengekspor hasil laut mentah dan olahan ke Jepang, Amerika, Korea, Taiwan, Malaysia, Singapore, New Zealand, Timur Tengah, Eropa, Brazil, Karibia, Hawaii, Rusia, dan negara lainnya. Dan bicara soal keberhasilan, tidak ada sesuatu usaha dijalankan langsung memberikan hasil yang besar, semua berasal dari bawah, bahkan tak jarang berasal dari titik nol yang hanya bermodalkan niat, kemauan, antusias, dan nekad. KML Food pun tidak malu mengaku bahwa usahanya ini dimulai dari kelas teri -yang mendirikan tempat usahanya dari dinding bambu di Tuban, Jawa Timur dan menamakannya “Kandang kuda” – dan produksi pertamanya mengolah ikan teri nasi. Usaha yang berawal dari teri dan memproduksi teri untuk memulai masa depan.

Hasil laut yang dibekukan
Hasil laut yang dibekukan (Frozen)

Menurut Bapak Winanda Prima, direktur KML Food, Tuban salah satu wilayah  dengan sumber potensi laut terbesar. Diikuti Madura,  wilayah Pantura dan ke sepanjang Jawa. Mereka mendapatkan sumber laut juga sampai ke Papua. Tahun 1999, mereka memulai memfokuskan hasil laut ikan Kerapu untuk diekspor, pengolahan ikan, dan semua produk yang dibekukan. Tahun 2003, mulai menambah produk tambahan (product value added) dan fokus pada pemberdayaan nelayan pantai Sumatera, pantai utara Jawa – Madura, pantai selatan Kalimantan, dan pantai timur Sulawesi. Tahun 2013, KML Food merambah produk snack food dengan memproduksi 2 ton produk per harinya. Di tahun 2015, mengembangkan bakso sapi dan fish cake, suatu jenis makanan yang banyak disukai masyarakat.

Ikan Teri Jengky -KML Food
Ikan Teri Jengky -KML Food

“Teri” yang dianggap sebelah mata oleh orang banyak,  justru membuat KML Food berkonsentrasi untuk mengolah hasil laut secara higienis dan menjaga kualitas setara standar kualifikasi internasional. Bersama para nelayan, mereka belajar dan terus berusaha agar kualitas dari hasil laut bisa dinikmati di pasar luar. Jepang adalah salah satu negara yang memiliki standar kualifikasi yang tinggi terhadap produk-produk yang masuk ke dalam negerinya. Dan, KML Food telah berhasil menjadi langganan tetap negara Jepang. Ini menunjukan produk-produk yang diolah memang berkualitas. Bahkan, pengolahan ikan secara tambak, membuat terkejut, karena ikan lele dan bandeng ternyata banyak dipesan oleh pangsa Eropa. Wallmart, supermarket besar di Amerika pun memilih hasil laut dari Indonesia (KML Food) untuk ditawarkan kepada konsumennya. Sayangnya di negeri sendiri, produk-produk KML Food baru ada di Surabaya dan Semarang.

Mencicipi Produk KML Food

Fish Cake Rasa Original yang bikin nagih
Fish Cake Rasa Original yang bikin nagih

“Kesempatan itu memang perlu dijemput.” Ilmu pengetahuan dan pengalaman bisa didapatkan dari kesempatan. Tidak berbeda dengan saya yang mendapat kesempatan dari KML Food mengunjungi booth di pameran UKM Ekspor. Jika saya tidak termasuk Kompasianer Penggila Kuliner (KPK) mungkin saya tidak pernah tahu apa itu KML Food. Saya juga tidak pernah tahu perusahaan tersebut telah memproduksi ribuan ton setiap tahunnya ke luar negeri. Itu suatu prestasi besar bagi perusahaan yang mengelola hasil kekayaan laut Indonesia. Awalnya saya biasa saja melihat produk di Booth KML Food. Produk-produk tersebut sering saya lihat dan makan, apalagi saya pernah terlibat bekerja di catering milik tante saya. Saya bukan hanya menjadi person in charge/supervisor di gedung saja, dari belanja ke pasar Kramat, Muara Angke, ke perkebunan bunga di Puncak, meng-handle klien sampai memasak di dapur, saya lakukan.

Sejak kecil, saya kerap diajak tante untuk makan di luar, setiap makanan saya cicipi, lalu tante saya menanyakan apa yang kurang dari masakan tersebut dan bumbu-bumbu apa saja yang dimasukan ke dalam makanan. Bepergian ke pasar tradisional, bertemu supplier, dan makan makanan enak, telah menambah pengetahuan saya mengenai makanan yang berkualitas. Saya pun sempat beberapa minggu memerhatikan para nelayan dan hasil lautnya selama di Rembang dan Menado.

Sebagai pecinta sea food, sudah pasti saya makan semua makanan yang dhidangkan KML Food. Bukan rakus ya, tepatnya penasaran. Karena sebelumnya, kedua pemilik KML Food banyak bercerita tentang hasil laut dan usahanya itu. Cerita mereka membuat saya penasaran dan akhirnya mengubah penilaian saya terhadap produk hasil laut yang mereka kelola. Apalagi mereka mengatakan kemitraan bersama para nelayan di sepanjang laut pulau Jawa-Madura mempunyai sertifikasi alat tangkap yang tepat dan ramah lingkungan. Sertifikasi ini ternyata salah satu syarat agar bisa mengekspor hasil laut. Okay, I trust them 1000%.

Presiden Direktur & Direktur KML Food

Berbagai Surimi, snack food, fish cake, Teri Jengki, dan banyak lagi yang saya tak ingat namanya, saya cicipi satu per satu. Malah, fish cake yang rasa original saya makan berkali-kali. Haha..Wow, saya surprise  sekali. Biasanya saya tidak pernah tambah makan jenis makanan seperti yang dihidangkan itu. Saya akan tambah makanan jika makanan tersebut memang enak dan tidak ada MSG. Hampir semua makanan yang hidangkan punya cita rasa dan fresh. Meski ada satu makanan yang saya lupa namanya, rasanya sama seperti di pasaran. Saya perlu mengakui produk hasil laut KML Food memang bisa diandalkan kualitasnya, tak heran pasarnya pun sampai ke luar negeri.

Hasil Laut yang diolah

O, iya saya lupa lagi nih, ada makanan sayuran yang namanya Edamame – sayuran ini sudah banyak dijual di supermarket Jakarta dan Bali, saya tidak tahu kalau di daerah lain dan tidak tahu juga jika KML Food telah memasarkan atau belum di dalam negeri – Edamame KML Food terasa fresh tidak berbeda dengan yang saya makan saat di luar negeri. Senang rasanya melihat produk hasil laut Indonesia setara dengan produk-produk luar negeri. Apalagi makanan laut itu banyak mengandung protein yang tinggi dan kata Opa-Oma, bisa pintar kalau banyak makan ikan. KML Food pun ingin mensosialisasikan kepada rakyat Indonesia untuk memakan makanan hasil laut, terutama ikan. Slogan mereka “Sehat dengan Ikan” yang dimulai dari memberi makan kepada anak-anak Paud. Dari anak-anak, makan makanan laut atau protein memang perlu dilakukan. Semoga sosialisasi ini bisa menganjak masyarakat Indonesia untuk menyantap makanan laut sehat.

Produk olahan - photo by Sn

Saat di rumah, saya mencoba memasak ikan Makerel ( mentah) yang diberikan KML Food dan sengaja hanya memakai bawang putih. Dan rasanya….Gilaaa enak bangettt dan segarrrr bangettt seperti baru diangkat dari laut. Padahal butuh waktu 2-3 hari  dari proses pembekuan sampai ke tempat tujuan, tapi ikan Makerel ini tidak kehilangan natural taste dan fresh-nya. Aduh boleh nggak beli langsung makanan lautnya dari KML Food? Ya, kali saja bisa juga jadi agen atau reseller-nya. Urgh, saya menyesal, kenapa nggak beli banyak ikan Makarel dan Salmon dari KML Food. Ah…

Ikan Makerel yang diujicoba di rumah
Ikan Makerel yang diuji coba di rumah
Sayuran yang mulai diproduksi KML Food
Sayuran yang mulai diproduksi KML Food
Bakso sea food olahan
Bakso sea food olahan
Snack Food KML Food
Snack Food KML Food

2 Replies to “Menjadi Kakap dengan Kekayaan Laut Indonesia”

Leave a Reply