Indonesia Raja: Kebangkitan Kreativitas dan Lebih Jauh ‘Membaca’ Indonesia

Indonesia Raja:Program Film Pendek
Indonesia Raja:Program Film Pendek

Indonesia Raja (dibaca: Indonesia Raya) merupakan program pertukaran film pendek setiap tahun yang digagas oleh Minikino – suatu komunitas pecinta film dan rutin memutar sekaligus diskusi film Indonesia maupun film asing. Indonesia Raja diikuti oleh sineas muda yang berasal dari beberapa wilayah di Indonesia, 7 daerah dan 7 kurator teribat dalam program ini, setiap daerah dipimpin oleh 1 kurator untuk menentukan film-film pendek yang akan masuk dan dipertukarkan nantinya – tercatat 60 film pendek yang terdaftar dan 28 film pendek yang terpilih – fiksi dan dokumenter.

Setiap kurator punya kategori tersendiri terhadap film pendek yang dipilih dan yang bisa mewakili daerahnya, misalnya saja I Made Suarbawa (Birus) yang hadir saat press conference 2 Juli 2015, Mangsi Coffee, Denpasar, “Saya tonton sampai 3 kali. Tema bisa mengambarkan Bali. Bali dari sisi yang lain. Secara teknis dan ada pesan yang bisa ditarik.” Ucapannya ini bisa dibuktikan dari 4 film pendek terpilih: 1. Kresek, kisah anak-anak dan plastik  2. Pakeling, kisah seorang petani organik yang keberadaannya semakin tercekik di antara petani kimia  3. Tok Tok Tok, tentang batas antara dunia manusia dan di luar kehidupan manusia hanya setipis kertas 4. Besok Saya Tidak Masuk Sekolah Seorang anak SD yang menempuh perjalanan berat untuk menuju ke sekolahnya.

Memang setiap daerah dalam film-film pendek tersebut akan mengambarkan cerita mengenai berbagai sisi kehidupan di daerahnya. Minikino sendiri punya tag line “Membaca Indonesia Melalui Program Film Pendek” terhadap program Indonesia Raja. Dengan diadakannya konferensi pers 2 hari lalu, Fransiska Prihadi, Ketua Kordinator Minikino, berharap film-film pendek terpilih tersebut dapat ditawarkan kepada siapapun dan dari berbagai wilayah Indonesia mana pun, individu atau kelompok, bebas memilih paket film yang disukai (maksudnya memilih film pendek dari 7 daerah: Medan, Jakarta, Purbalingga, Semarang, Jogjakarta, Surabaya dan Denpasar). Dan indvidu atau kelompok tersebut dapat mengakomodasi pemutaran film pendek program Indonesia Raja yang dipilih di tempat/daerahnya. Ini yang dimaksudkan ‘pertukaran’ tersebut.

Pertukaran agar masyarakat luas dapat mengenali dan memahami realita kehidupan yang bisa jadi tidak pernah kita ketahui sebelumnya bahkan terlintas di kepala. Isu-isu yang terjadi, tempat wisata, cara pandang, dan budaya, merupakan.sedikit contoh “membaca” Indonesia.  Selain itu, masyarakat pun bisa menilai sudah sejauh mana karya film pendek yang dilakukan oleh para sineas muda berbakat dalam program ini.

Bicara soal Gairah para pelaku seni film terlihat dari 60 film pendek yang mendaftar program Indonesia Raja. Film Indonesia memang pernah mati, lalu bangkit kembali hingga saat ini. Namun tidak semua film Indonesia memiliki bobot atau kualitas yang bagus dan masih jarang yang mengangkat seni budaya Indonesia, apalagi sisi kehidupan lain. Program Indonesia.Raja merupakan kebangkitan anak muda yang ingin membongkar sesuatu yang tidak itu -itu saja, sesuatu yang bisa pelik, bisa jadi sesuatu yang sederhana, tapi mampu membawa pesan dan inspirasi yang kuat kepada penontonnya.

Program Indonesia Raja akan mulai diputar tanggal 5 Juli 2015 di Purbalingga. Bagi yang ingin memutar film film pendek tersebut di.daerahnya bisa menghubungi www.minikino.org/https://www.facebook.com/minikinoevents?fref=ts

Minikino PressCon 3

Sumber gambar: Minikino dan Pribadi

Leave a Reply