Antara Dua Pilihan: Prabowo atau Jokowi

PH

 

JK

 

Sebelumnya, saya ingin memperkenalkan diri sebagai rakyat yang tidak mengerti apa itu politik, apalagi perihal “Black Campaign”. Dan sudah beberapa bulan ini media sosial dan media massa begitu ramai membicarakan Capres-Cawapres. Terus terang, pemberitaan yang bertubi-tubi di media mana pun, sempat membuat saya kesal. Lagi-lagi soal Capres-Cawapres, seperti tidak ada topik penting lainnya yang dimunculkan. Saya pun, merindukan berita-berita yang ringan, menyenangkan, dan mengasyikkan bagi saya.

Lambat laun saya berpikir, bahwa saya egois –  mencari berita menyenangkan yang hanya membuat saya nyaman – tidak perlu berpikir berat dan bisa menghilangkan penat. Saya tidak peduli siapa bakal Presiden nanti, karena bagi saya mempunyai pilihan calon Presiden itu percuma dan hanya membuang energi. Toh, Indonesia tetap tidak berubah dan lambat perkembangannya.

Lagi pula, selama ini banyak yang harus dipikirkan, misal soal pekerjaan , kehidupan , permasalahan , goals , dan lain halnya. Apalagi ditambah memikirkan soal calon Presiden dan Wakil Presiden, sudah membuat saya mumet dan kepala pecah. Namun, karena begitu riuhnya kampanye dan banyaknya jumlah pendukung dari kedua kubu (Prabowo dan Jokowi), membuat saya penasaran mengapa mereka memilih nomor satu, mengapa memilih nomor dua.

Satu bulan ini, keingintahuan saya semakin tinggi, hampir semua orang yang saya temui, saya bertanya, “Pilih siapa, mengapa, apa kelebihan dan kelemahannya, bagaimana karakternya, bagaimana intelektualnya, dan harapannya untuk Indonesia?” Tidak itu saja, saya pun jadi keranjingan berita di media sosial. Televisi? Saya hanya menonton TV dengan program acara bernama ILC, Hitam Putih, Kick Andy, berita pagi di Metro TV dan TV One (ini pun 2 atau 3 kali seminggu).

Dari “Survey Ala Gue” yang saya lakukan, saya jadi ingin menuliskannya. Tentu, bukan maksud membanding-bandingkan kedua kubu tersebut, apalagi menjelek-jelekkan mereka. Itu, bukan tipe saya!

Selain penasaran, saya pun berpikir, Indonesia memang harus diselamatkan. Indonesia harus diperbarui. Indonesia harus maju. Indonesia harus sehat. Alasan itulah, saya jadi terpikat mengulik Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK. Dan saya harus bertatap muka dan bercakap-cakap dengan dua kubu tersebut. Pemikiran mereka harus dikupas. Entah bagaimana caranya. Ckckck..

Meski, jujur, saya akui, saya bersorak gembira mengetahui, bahwa Prabowo gemar membaca sastra. Bagi saya, orang yang menyukai sastra itu, dia pasti menyukai kreativitas, dan Indonesia butuh orang-orang kreatif dan ide-ide segar untuk mengubah Indonesia menjadi jauh lebih baik dan tidak ketinggalan dari negara-negara tetangga.

Di Antara dua pilihan: Prabowo atau Jokowi? Hmm, rasanya saya telah jatuh hati terhadap salah satu dari kedua kubu itu. Apa pun pilihan saya, apa pun pilihan Anda, kita semua adalah satu, yaitu Indonesia. Yup, kita semua adalah Indonesia. Orang mempunyai pilihan itu wajar. Saya dan Anda pun harus menghargai perbedaan pilihan, tanpa perlu mencela, menyakiti, mengutuk, menjelekkan dan menjatuhkan.

Manusia mempunyai kelemahan dan kelebihan. Tidak berbeda dengan Anda, bukan? Menurut saya, jika Indonesia harus berubah, perubahan itu bisa dimulai terlebih dahulu dari rakyatnya. Karena rakyat sangat mempunyai peran penting dalam perkembangan suatu negera. Jika masih berpikir dan berperilaku kerdil, buat apa Anda bersusah payah mengusung calon Presiden dan calon Wakil Presiden. Bisa jadi, hanya mereka saja yang waras. Lalu buat apa waras sendiri tanpa didukung oleh rakyat yang waras?

Apakah Anda sudah paham betul arti kata “waras”? Mari mendukung Capres-Cawapres  dengan SEHAT dan singkirkan menjadi Golput. Golput: Golongan Putih, apa enaknya selalu menjadi putih tanpa warna-warni?

 

** Image dan Foto diambil dari sahabatprabowo.wordpress.com dan jokowicenter.com

Leave a Reply